Ketika Hati Jadi Mainan

February 16, 2008

Judul postnya seru yah…

mungkin sepintas judulnya bisa bikin sewot tapi itulah kenyataan hidup.
Ketika kita suka pada seseorang dan berusaha untuk percaya tapi ternyata hanya menjadi perasaan yang mengambang, kadang bagaikan sebuah mainan perahu kertas buram yang berusaha berlayar dengan tenang diganasnya badai ombak samudra.

Kita bisa bilang “Let It Flow”. Let it flow my a**
Semakin jauh kita berlayar, semakin tersesat dan susah untuk kembali ke daratan. Masih bagus bila ternyata bisa sampai ditujuan kalau ternyata karam ditengah dan tenggelam didasar palung yang paling dalam, paling kita cuma bisa bilang “memang belum jodohnya” atau “MAMPUS LOE, GUE KATA JUGA APA!!!!”

Hati jadi mainan…
Berlaku untuk pria maupun wanita, pada saya juga anda. Punya hati kan…..
Senyum merekah pada sejawat, tawa renyah pada sahabat, tetapi hati meringkuk di relung kelam.
Ketika hati jadi mainan…

Don’t say it pathetic…
karena itu berarti anda lari dari kenyataan, tidak berani melihat apa yang ada dalam hati menampik segala kepahitan demi kenikmatan.
Bukan hidup rasanya kalau tidak berani menerima kenyataan, egoisme hanya ada dalam mimpi, tinggal gengsi yang berada diantaranya…

Ini apa sih?
ngomong apaan sih gw?
ga jelas deh… skip… skip… fast forward…..
langsung intinya aja napa?
bilang aja kl loe sekarang lg ngerasa dimainin ama cw, apa susahnya seh!
pake acara ngomong ngelantur ngalor ngidul segala….
Pathetic loser!!!….

Blogged with Flock

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *