penghasilan “Yang Terhormat”

March 25, 2009

Selagi anget2nya masa kampanye para calon anggota dewan yang katanya terhormat itu, gue pengen ngebahas soal “berapa sih penghasilan mereka?”
Sebenarnya udah banyak bahasan tentang ini di internet baik berupa mailing list, postingan di blog atau surat kabar online.
Lalu apa yg membuat bahasan ini beda???

HAMPIR TIDAK ADA!!!
hehehehehe…..

Sebenernya, gue pengen posting ini krn juga ini bulan maret, bulan terakhir pengisian dan pembayaran SPT yg mana gue baru bikin npwp taon kmaren gara2 sunset policy itu tuh…
lalu?
Gini lho.. kita kan dari dulu selalu ngomongin kalo bayar pajak emang pada kemana duitnya, ga terasa tuh, bisanya masuk ke duit2 pejabat doang, dll dsb…
NAH…
ini sebenernya inti dari apa yg mau gue bahas mengenai penghasilan para orang2 “terhormat” ini.

Berikut rincian tagihan para “anggota dewan Yang Terhormat” kepada pemerintah sebagai penghasilan mereka molor di kursi empuk di ruangan dingin ber-AC…

Penerimaan anggota DPR terbagi menjadi tiga kategori, yaitu rutin perbulan, rutin non perbulan dan sesekali. Rutin perbulan meliputi :

Gaji pokok : Rp 15.510.000
Tunjangan listrik : Rp 5. 496.000
Tunjangan Aspirasi : Rp 7.200.000
Tunjangan kehormatan : Rp 3.150.000
Tunjangan Komunikasi : Rp 12.000.000
Tunjangan Pengawasan : Rp 2.100.000
Total : Rp 46.100.000/bulan
Total Pertahun : Rp 554.000.000

Masing-masing anggota DPR mendapatkan gaji yang sama. Sedangkan penerimaan nonbulanan atau nonrutin. Dimulai dari penerimaan gaji ke-13 setiap bulan Juni.

Gaji ke-13 :Rp 16.400..000
Dana penyerapan ( reses) :Rp 31.500.000
Dalam satu tahun sidang ada empat kali reses jika di total selama pertahun totalnya sekitar Rp 118.000.000. Sementara penghasilan yang bersifat sewaktu-waktu yaitu:

Dana intensif pembahasan rencangan undang-undang dan honor melalui uji kelayakan dan kepatutan sebesar Rp 5.000.000/kegiatan
Dana kebijakan intensif legislative sebesar Rp 1.000.000/RUU

Jika dihitung jumlah keseluruhan yang diterima anggota DPR dalam setahun mencapai hampir 1 milyar rupiah. Data tahun 2006 jumlah pertahun dana yang diterima anggota DPR mencapai Rp 761.000.000, dan tahun 2007 mencapai Rp 787.100.000.

source:
http://www.kabarinews.com/article.cfm?articleID=32766
http://warnadunia.com/rahasia-kenapa-banyak-yang-ingin-jadi-anggota-dpr/

WOW!!!!
700 juta lebih setahun, dan kalo dilihat kenaikannya dari 2006 ke 2007 bisa kita anggap thn 2008 adalah 800 juta.
Lalu kita kalikan dengan 550 (jumlah anggota DPR RI hasil pemilu 200 = source ) menjadi 550 x 800 juta = 440 milyar pertahun.
Belum dengan 128 orang anggota DPD (sori gue ga dapet referensi penghasilan ini orang2 di inet n ga tau juga mereka termasuk strata para anggota DPR atau tdk) lalu jumlah seluruh anggota DPRD di Indonesia.

Coba bayangkan berapa dana yang musti disiapkan oleh PEMERINTAH bagi mereka2 ini.
Bukannya gue mau membela pemerintah yah, ataupun menjelek2kan para anggota dewan (itu semua tergantung cara pandang kalian.. tau sama tau ajalah), tapi apakah sesuai apa yg sudah kita bayar dalam bentuk pajak ke pemerintah yang ternyata sekian banyak jatuh ke tangan para “orang2 terhormat” ini setiap tahunnya, padahal apa yg kita ketahui sampai sekarang kalau apa yg dilakukan para dewan ini bisa dibilang belum sama sekali menghasilkan sesuatu yang benar2 mencerminkan tugas mereka sebagai perwakilan dari rakyat.

Membayangkan kalo nerima pendemo yg tdk ada didlm jadwal kegiatan mereka berarti mereka ga dibayar utk itu, pantesan aja pada males2an yah….

What Do You Think???…

 Comments: 4

  1. fendi

    pantes pada rebutan, penghasilan nya WOW… 😀

    • woelank

      gemana?
      Berminat jd anggota dewan?

  2. therry

    Itu duit nya sebagian besar lari ke apartemen-apartemen di berbagai daerah di Jakarta, buat biayain hidup sekaligus lifestyle piaraan mereka disitu tuh. Plus juga sewa-sewa pelacur untuk hura-hura di Ritz Carlton, gonta-ganti mobil mewah, sembari sesekali donlod filem porno ke laptop mereka yang harganya masing-masing Rp. 20 juta rupiah itu.

    So, is it any wonder that many of us feel reluctant to pay taxes?

    • woelank

      makanya ther, gw aga binun ama bayar pajak.
      Kalo soal buat gaji pegawai departemen yg memang membutuhkan (gw tau beberapa org departemen “kering” yg gajinya menyedihkan) kadang gw mikir kl ga bayar pajak gmn mereka tapi kl membayangkan kelakuan para orang2 “terhormat” ini kok malah jd ilfil ama pajak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *