Ajian Serat Bumi

April 22, 2011

*backup data dari google cache tanggal 22 april 2011, 08.32PM

Bumi… Maaf ya… Selama ini aku hanya bisa memberikan kamu bongkahan-bongkahan dan cairan berbau yang terpaksa kau cerna di dalam perutmu.

Bukannya aku membantu menanam pohon tapi aku ikut mencabuti rumput yang tumbuh liar dihadapanku. Aku seakan tak perduli ketika panas menghajarku dan aku melawannya dengan menebar freon sehingga melubangi ozon si pelindung mu.

Bumi… Jangan sering-sering marah ya, seperti ketika kau terbatuk di Merapi, diare di Lapindo, ataupun bersin di Jepang.

Bumi… Kalau memang kau sudah tak tahan dan ingin menumpahkan seluruh sumpah serapahmu kepada kami yang setiap hari menginjak-nginjak dirimu, aku memakluminya. Tapi, tunggu sampai akupun selesai kau cerna.

22-04-2011

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *