No Gadget Please!

October 17, 2011

Gila nih, buat ukuran orang seperti saya yang setiap harinya berkutat dan bergantungan banget dengan gadget atau elektronik lainnya, bisa bicara seperti ini… WOW… berarti anak yang saya kandung ini memang sesuatu banget :mrgreen: bisa-bisanya sampai ngomong “Saya MUAK dengan gadget” .

Kamu sudah punya semua sih Tris, sudah ngerasain semuanya makanya kamu bisa bilang bosan, tapi buat yang belum punya, mereka pasti akan terus tertarik dengan perkembangan gadget.


Bukan karena itu yang membuat saya muak dengan gadget…

Gak tau kenapa 3 hari yang lalu saya 1/2 mimpi di siang bolong sambil berbicara dan mengelus-elus perut. Niatnya sih pengen bercerita ke kakak (janin) katanya janin sudah bisa mendengar dari umur 3 bulan (gak tau betul atau tidak).

Mimpi saya di siang bolong itu adalah momen-momen yang teramat bahagia sewaktu saya menghabiskan masa kecil di Medan. Hampir setiap weekend, sekeluarga kami berjalan-jalan sekitar tempat wisata Medan, bahkan satu Sumatra kita kelilingi dengan menggunakan mobil. Dan salah satu tempat yang sangat sering kami datangi adalah Berastagi dan Danau Toba.

Begitu indahnya, sampai hari ini dan detik ini, saya tidak menemukan perasaan bermain dikala saya masih kecil. Kuda yang saya pelihara dahulu masih terngiang di kepala; Rambo dan Minnie. Kegiatan saya dan kakak-kakak saya setelah jam 10 malam menangkap udang di pinggiran danau dengan menggunakan senter dan saya sebagai anak bontot diwajibkan memegang ember kecil Β membuat saya senyum-senyum sendirian, hingga saat saya mengetik post ini.

Begitu indahnya, saya masih teringat kedua orang tua saya yang sering ikut lomba-lomba meja tenis di hotel Rose Garden Berastagi, sementara saya rebutan ayunan sama anak kecil lainnya. Juga masih teringat kakak laki-laki saya yang suka membaca komik kesukaannya sambil tiduran di hamparan padang hijau nan subur dan luas.

Begitu INDAHNYA, gadget yang paling canggih di dunia pun tidak akan bisa menggantikan dan mengembalikan perasaan seru akan permainan-permainan jaman dahulu.

Saya pun jadi 1/2 yakin bahwa anak saya juga tidak bisa merasakan keseruan akan permainan yang dulu saya sering mainkan.

Beratus-ratus kali saya melihat anak-anak yang sudah kesengsem main gadget, mata tertuju ke permainannya. Β Duduk sedikit, langsung main game, bahkan sewaktu orang tua sedang bicara mereka pun masih fokus ke permainannya. Yang paling parah, pada saat orang tuanya menyuruh anaknya untuk salim ke orang tua lainnya, anak tersebut malah ngelengos duduk hanya untuk memainkan gamenya.

Memang orang tua pasti senang melihat anaknya tidak lari-lari pecicilan / merengek-rengek minta pulang setiap kali mereka diajak bertamu ke rumah saudara / ke rumah teman. Memberikan anak-anak gadget memang salah satu solusi jitu. Anak bisa diam di satu tempat tanpa kita berlari-larian menjaga mereka. Mereka pun bisa kita suapi dengan tenang jika sudah waktunya makan.

Tapi kecanduan itu akan semakin parah jika dari kecil sudah dibiasakan. Dan yang terlebih penting lagi, mereka menjadi anak-anak yang passive, GAJE alias (gajelas), DISCONNECTED dari dunia nyata dan jadi tidak tahu etika. Tidak aware dengan sekitar, dan… aah… masih banyak sifat negatif lainnya.

Mungkin sifat positifnya adalah, ketangkasan mereka dalam menyelesaikan soal (tidak berkaitan dengan akademis sih..) agak tinggi dengan orang yang tidak biasa menggunakan gadget. Ya tapi hanya itu. Sisanya ya negatif diatas. Belum termasuk anak jadi malas-malasan belajar, kehilangan fokus… aaah… capedeh…

Tergantung orang tuanya mendidik anaknya bagaimana, kalau kita ajarkan tanggung jawab dan manage waktu mereka pasti bisa kok dibatasi. Tergantung didikan, tidak semua anak-anak loose control.

REALLY? kok saya sangat SANGAT ragu yah… secara saya sehari-harinya bekerja bersama anak-anak kecil.

Saya ingin anak saya bisa bermain benteng-bentengan, kasti, enggrang, engklek, tap jongkok, donal bebek, pokoknya semua mainan yang membuat tubuh jadi aktif. Saya mau anak saya gerak dan aktif.

Mungkin kah anak saya bisa main monopoly, ular tangga, halma, catur jawa, tebar sumpit, bekel atau karambol? Mainan ini juga mainan ketangkasan kan?

Hanya orang bodoh yang bilang ini permainan kampungan. Mainan yang saya sebut diatas adalah mainan sangat mengasikkan. Dan tidak perlu sok kebarat-baratan, mereka juga main hal yang sama dengan kita.

Kalau kamu mau anak-anak tidak terkontaminasi dengan perkembangan jaman yang konotasinya lebih banyak negatifnya, ya lebih baik kamu tinggal di pedesaan saja.

Huff~ serba salah…

Masihkan Berastagi dan Danau Toba secantik dahulu?

Kemana saya harus membawa anak saya untuk berlibur setiap akhir pekan? Ke Puncak, Bandung / Anyer, Pulau Seribu? Semua sudah terpolusi…

Gadget oh gadget… aku muak…

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

*mau jual semua gadget, termasuk BB, Gtab, I products… am sick of it…

 Comments: 51

  1. wah…setuju banget nih, i hate gadgets, buat orang jadi males gerak (aktif). padahal permain yang dulu (ketiak saya kecil) tidak hanya melatih syaraf sensorik tapi juga menganduk edukasi.
    “Hanya orang bodoh yang bilang ini permainan kampungan. Mainan yang saya sebut diatas adalah mainan sangat mengasikkan. Dan tidak perlu sok kebarat-baratan, mereka juga main hal yang sama dengan kita”
    i agree with u, πŸ™‚

  2. said

    jujur saya sendiri agak miris liat masa anak2 pada jaman sekarang. patut ditanyakan kemanakah semua itu?

  3. aydachubby

    Kalo jaman skrg emg udah wajib kyknya mba kenal gadget… Asal pendidikan anak juga diimbangi agar sesuai aja mba.. (sotoy bgt yaa) πŸ˜€

  4. giewahyudi

    Tukeran gadget yuk..
    Kayak guling gitu, hahahaaa

  5. Cahya

    Mana kalau ada gadget yang tidak terpakai, kirim saja buat saya :D.

  6. Eks

    huahuaha, ini memang ciri2 manusia modern.

    btw ini blog mesin wordpres apa bukan?

    • trisna

      betul mas.. ini mesin wordpress πŸ™‚

  7. Zh!ntHo

    keren blognya

  8. nurul

    bagus banget mbak tulisannya. super sekali kata om mario.
    Saya adalah orang yg belum merasakan bermacem2 gadget selain krn budget juga karena prinsip. sy hanya membeli yg saya butuhkan dan urgen sekali. bukan mode atau gaya hidup.
    masa kecil saya juga amat sangat berkenang tidak pernah hilang termakan virus. masih nancep di memori sy.
    Makanya anak saya yg skrg 2 tahun saya biasakan utk kreatif dlm bermain. dan itu dimulai dari saya dan suami.
    kita bertekad utk mengajak dia bermain dan membuat mainan sendiri dari bahan alam/daur ulang. kalaupun yg barang hasil pabrik biasanay hadiah dr orang lain.
    untuk hal modern tetep kita kenalkan tp tidak ditekankan.
    makasih atas tulisan bagusnya mbak

    • trisna

      iya mbak lebih bagus bikin anak berkeringat aktif dan kreatifitas juga terpancing daripada kejebak di dunia digital πŸ˜€
      saya suka dengan comment mba nurul…

  9. kakaakin

    Huhu… yang parahnya, anak sekarang banyak yang bermain ketangkasan, tapi berupa ‘smackdown’. Gara2 nonton di tv.
    Bahkan ada yang sampai patah tulang juga gara-gara ditimpa temannya πŸ™

    • trisna

      hehe itu tragedi masih terjadi juga toh sampai sekarang… memang itu salah satu pengaruh buruk TV… apalagi jika tidak ditemani oleh orang tua…

  10. said

    pengen kesana, masa saya hanya dapat dongengnya saja..

  11. Bobby

    Salam untuk sesama anak Medan! Kapan lagi main ke tempat kami, Danau Toba masih seindah dahulu kok.

    • trisna

      Segera saya kunjungi… begitu lahiran anak dan sudah agak besaran πŸ˜€ pasti saya main kesana… mau napak tilas sekitar Sumatra… SALAM jugaaaaaaa

  12. bensdoing

    jadi kangen juga dengan permainan masa kecilku πŸ™‚

  13. Ditter

    Syukurlah ponakan saya masih sering bermain permainan ketangkasan dengan teman-temannya. Kebetulan kami tinggal di desa, jadi nggak terlalu banyak anak-anak yg kecanduan video game, hehe….

    • trisna

      hmmm… memang bagusnya tinggal di pedesaan begitu, tidak terkontaminasi… mikir pengen pindah kemana, terbentur dengan pekerjaan… huff~ πŸ™

  14. Hanif Mahaldi

    kalau kata seorang bule yang sempat diliput di TV itu, mainan jaman sekarang tidak ada sentuhan perasaan. Karena semua terbuat dari pabrik. tidak ada sentuhan kerja keras dari pembuatnya. Makanya mainan jaman sekarang menjadi sangat membosankan.

    • trisna

      Hehe.. Mantab tu gan kata2nya πŸ˜›

  15. Majalah Masjid Kita

    Permainan yang bersifat interaktif dan kelompok, akan tergantikan dengan permainan yang bersifat soliter… Games, sejenis program permainan yang paling disukai anak-anak di seluruh dunia… miris πŸ™

  16. Ladeva

    Waduuuuh itu gadgetnya tolong lempar ke sini πŸ™‚

  17. Nanda

    Gue malah kangen sama gamewatch jaman dulu yang layarnya cuma hitam hijau πŸ˜€
    palingan main tap jongkok gak ada matinya.

  18. Una

    Wkwkwk,
    saya bukan pengguna BB atau gadget lain tapi sudah disconnected dari dunia nyata LOL.
    Waaa lagi hamil yaaa mbak~
    Makasih ya udah mampir ke tempatku.

  19. aming

    seiring dg canggihnya teknologi saat ini, saya pikir tidak salah mengenalkan gadget kpd anak2 asalkan peran serta orang tua perlu didalam mengawasi anak2

  20. mata

    aku juga muak.. tapi sayang seribu syang kalau old gadget kayak gitu mesti dibuang

    saya berani bertaruh jarang sekali orang masih melihara GBA atau orang masih pakai ericsson hiu…

    walau muak tapi kalau bagi saya sih tetep cinta. biarlah anak bermain main old gadget daripada maenan tanah hingga akhirnya kena cacingan :p

    • trisna

      Ummmm ngomongin ericson hiu, ga lihat dr photo yg saya taro kan? Soalnya itu gambar sy ambil dr mbah google :mrgreen: maksud cerita sy sih leboh ke gadget yg bikin addictive seperti fbgames – ipad – pcgames..
      Kalo old gadget sy rasa masih lebih mendingan ya.. Secara visual masih terbatas jadi ga begitu addictive..

  21. dhila13

    dan ini satu lagi tulisan aku tentang permainan kuda bisik,,, kangen sama jaman dulu. main diluar sama tmn2. lari-larian. aahhh…

    http://dhila13.wordpress.com/2011/09/20/kuda-bisik/

    • trisna

      Hehehehe.. Sepertinya dulu sy pernah mainin game ini deh pas pramuka.. πŸ˜€

  22. dhila13

    setuju mba tris… ah, aku jadi inget sama tulisan2 aku ttg hape & permainan masa lalu. mungkin mba tris berkenan membacanya.

    http://dhila13.wordpress.com/2011/07/09/buang-hpmu-dan-kembali-ke-dunia-nyata/

  23. Endy

    mank sekarang mbak serba modern, sampe-sampe yang namanya tradisional sedikit di kesampingkan, malah terkesan malu untuk menggunakannya..kalau dibilang mainan tradisional, para pembuatnya sekarang hanya tinggal nenek-nenek tua yang sangat menghargai sejarah…anak mudanya pada ingin yang canggih-canggih..

  24. Ejawantah’s Blog

    Semoga ada para akhli animasi yang membuat mainan tradisional yang dikembangkan dan berinovatif melalui games on line. Kan hebat ya Sob ?

    Sukses selalu
    Salam
    Ejawantah’s Blog

    • trisna

      Laaaah kembali menyuruh anak2 beermain di dunia digital lagi dooong >_< wong justru anak2 kalo bisa jgn terkontaminasi dengan gadget supaya tidak jadi anti sosial.. πŸ˜€

  25. hotphoto

    gadget ada dimana-mana …
    membuat kita kecanduan dan merasa ada sesuatu yg hilang saat berpisah dengannya

    no gadget? waduh … nanti dulu deh

  26. Bang Aswi

    Kita bikin aja komunitas orang tua yang peduli permainan tradisional, Teh … ^_^ siapa tahu berhasil dan makin banyak yang peduli. Saya pun dah pernah nulis tentang hal ini di http://bangaswi.wordpress.com/2011/10/07/anak-dan-dunianya/

    • trisna

      Terus terang membuka komunitas pecinta permainan tradisional sudah sy lakukan dahulu jauh sebelum saya sadar efek negatif akan gadget..

      Tapi lebih mengacu pada bisnis ketimbang komunitas.. Cuma yaaa sejauh survey dan penerapan kecil2an kesimpulannya adalah mentok di Gaya hidup orang kita yg kebarat2an, menyangka mainan indo seperti kekampung2an.. Org kita banyak yg masih konsumtif dengan teknologi canggih.. Meninggalkan budaya kita dgn cepatnya.. πŸ˜€

  27. tirtadarmantio

    uhuyy salam kenal gue wkt kecil mainnya takumpet O_O izin follow networkedblogs dan twitter y ya, n di folback yoo hehe

    • trisna

      salam kenal juga.. Silahkan.. Oke

  28. Tutus

    ya yah.. saya juga pernah ngrasain mainan tradisional. Kasian kalau liat anak jaman sekarang, melulu mainannya game game elektronik, yang buat mereka jadi anti sosial.

    salam kenal πŸ™‚

  29. Delia

    Bener mbak, saya kadang suka tertawa kalau melihat orang tua yang membanggakan kalau ia bisa memberikan anaknya the latest gadget, bayangkan masih TK sudah main ipad kemana-mana, sedangkan teman main lainnya malah lari-larian tertawa. Anak tadi malah stuck dengan gamenya. Menurut saya anak dengan ipad itu yang justru kasihan, dunianya hanya sebatas 30x25cm.

    • trisna

      laaaah bisa sama persis sama pendapat ibu saya :mrgreen:

  30. Tiara Putri

    emang ya gg ada yang mengalahkan aktivitas permainan diluar πŸ˜€ adekku aja sekarang lebih sering maen game online dibanding maen galah santang πŸ™

    • trisna

      wah mainan apakah galah santang?
      boleh tuh mbak diceritain… seru kayaknya πŸ˜‰

  31. nique

    menurutku ya emang dominan faktor orang tua dulu πŸ˜€
    sampai hari ini sih peraturan yang aku bikin untuk 2 ponakan, wlo pun setiap hari di warnet, bisa tuh cuma ngasi mereka main 1jam, selebihnya BIG NO! Harus ngerjain kegiatan lain, selain sekolah – mengaji dan lain2 … tapi game? only 1 hour! wiken no game malah hehehe

    beda jaman emang beda maenan sih
    jaman dulu maen masak2an sekarang masak2an on line hihihi
    semua ada di komputer

    • trisna

      hahaha… samaaa… walau saya sering menatap internet, ponakan kecil aku larang berlama2 di depan internet/komputer…

  32. Asop

    Waaah, main benteng-bentengan ato donal bebek yuuk… :mrgreen: :mrgreen:

    • trisna

      eh, gak ada orang dewasa yang main benteng2an yah? kalau 17 agustusan diadain kayaknya seru… cuma syaratnya mungkin yang laki-laki kakinya diikat ke partnernya? πŸ˜†
      Kalo donal bebek, segede gini injek2an mah bonyok deh kaki… hwhwkwkwkwk

  33. Shine

    aku dunk waktu kecil maenannya putri2an yg mahkotanya dibuat dari daun pisang kering. terus soldah, loncat tinggi, encrak dan buanyaaak lagi permaianan yg mengasyikan saat kecil, pokoknya tak tergantikan dg gadget tercanggih sekalipun, hihi…

    semoga anaknya mba bisa merasakannya yak kelak ^^

    • trisna

      iya ya… dulu main putri2an terus pangerannya megang pedang yang dibuat dari tulang daun pisang πŸ˜€

  34. kang tatang

    aha.. jadi inget jaman saya lagi kecil juga nich….
    gadget mutakhir saat itu cuma Gamewatch.. dan hanya bisa memainkannya kala meminjam ke temen atau sewa disekolahan sama abang-abang.

    Praktis hal yang paling menyenangkan adalah saat-saat bermain di lapangan atau area pesawahan….. bermain layangan, kelereng, gala asin atau petak umpet.. πŸ˜€

    lebih kreatif karena kami membuat sendiri mainan kami semisal mobil2an atau kereta luncur dari box kayu yang diberi roda menggunakan bearing bekas….

    sangat menyenangkan, sehat, kreatif dan “socialized”…

    anak-anak kita sekarang? ….. mereka hanya punya arena digital untuk bermain…..

    • trisna

      Bener banget.. Anak2 jadi tidak bersosialisasi dengan adanya gadget..
      Btw.. Dulu sy jg suka bikin kereta-keretaan dari kulit jeruk bali πŸ˜€ kalo sekarang anak2 maunya dibeliin di toys city/toys ‘R us.. *glek*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *