Salah Kaprah Tentang Belajar Piano

February 23, 2011

Sedemikian seringnya saya mendengar orang bertanya “Kenapa harus les piano dulu dalam les musik, kenapa tidak langsung gitar, saya kan maunya gitar, kok jadi piano dulu?…” Ada juga yang bertanya “Kenapa harus belajar musik classic dulu? saya kan sukanya pop jazz…”

Tapi yang membuat saya menulis post ini adalah karena baru saja terjadi kemarin, saya datang ke sebuah rumah di daerah BSD atas permintaan orang tuanya agar saya mengajar ke-2 anaknya. Setelah 1 jam saya melihat bobot musik dan bakat mereka, sebenarnya keduanya tidak senang dengan piano. Mereka lebih cocok menjadi penyanyi duet di-iringi si kakak yang senang dengan instrument gitar ketimbang piano. Tapi si ibu bersikeras agar anaknya yang baru berumur 6 dan 10 tahun itu untuk les piano privat. Keputusannya sih belum dipastikan jadi les atau tidak, karena buat saya, kalau anaknya sudah tidak enjoy untuk belajar, saya juga tidak mau mengajar. Memang mata pencaharian saya jadi tidak bertambah, tapi ya itu dia, prinsip saya; belajar sesuatu itu bukan harus dipaksa, tapi karena kesadaran dan mencintai mata pelajarannya, sama hal-nya dengan belajar musik.

Lalu apa yang salah dengan kejadian diatas? Selain si ke-2 anak merasa terpaksa harus belajar piano classic.

“… les musik itu penting…”

Sebenarnya bukan hanya les musik yang penting, tetapi dikarenakan orang mencoba untuk menyeimbangkan aktifitas kerja antara otak kanan dan kiri. Sebagaimana otak kiri di-identikkan dengan kecerdasan analitik, contohnya kemampuan menyelesaikan soal matematika dan otak kanan biasa di-identikkan tentang kreatifitas, contohnya adalah kemampuan komunikasi (lingusitik) / jika ingin mendetail kemampuan dalam berseni.

Jadi jika anak anda ingin les membatik / melukis / photography atau les bahasa Mandarin, semua ini tidak kalah pentingnya dengan les musik.

“… untuk belajar basic, Piano adalah yang terbaik, ini memudahkan kita untuk belajar instrument lainnya …”

Memang kita harus belajar merangkak, berdiri baru boleh berlari. Tapi sayangnya perumpamaan ini tidak bisa disamakan pada konteks belajar musik. Memang oktaf piano lebih banyak dari alat instrumen lainnya dan theori musik banyak ditemui di piano. Tapi ingatlah nasihat “fokus pada satu jurusan, dan kuasai agar bisa tampil dengan sempurna…” Jika anda ingin belajar gitar dengan memulai belajar piano, apakah anda tidak membuang waktu? Lagipula banyak juga maestro-maestro biola, gitar, drum atau lainnya bisa bermain luar biasa tanpa belajar piano terlebih dahulu.

Biasanya, dalam bermusik orang semakin kagum dengan penampilan yang di pertunjukan oleh anak-anak. Semakin kecil yang main, semakin kagum orang melihatnya. Dengan begitu populeritas pun mudah didapat. Apa jadinya kalau si anak sebenarnya berbakat dalam bermain gitar, tetapi malah di suruh belajar piano dahulu.

“… Classic adalah aliran musik terbaik untuk dipelajari…”

70% Orang Eropa adalah pencinta musik classic tapi juga sekaligus pencinta lagu Clubbing dan Pop rock. 55% Orang America pencinta lagu Classic juga pencinta lagu Country dan R&B. Walaupun ada pembuktian mengenai lagu classic bisa mengembangkan otak sang bayi yang masih di dalam rahim dan tanaman pohon yang tumbuh subur karena setiap hari diperdengarkan lagu classic. Pikiran, perasaan dan yang terpenting adalah mood kita sehari-hari tidak bisa hanya dengan menerima lagu classic.

87% Orang yang belajar music classic lebih sering mendengarkan lagu pop di ipodnya. 68% R&B dan 50% Hip-hop. Hanya 11% orang yang belajar music classic mendengarkan lagu classic di ipodnya.

Pelajarilah aliran musik yang anda sukai, lebih baik lagi, pelajarilah semua jenis aliran musik, karena selain bisa menyeimbangkan mood anda, masing-masing lagu memiliki tingkat kesulitan yang berbeda. Semakin banyak teknik musik yang diterima dari berbagai jenis aliran, semakin terampilah anda dalam bermain musik.

“… kalau sudah tua, sudah telat belajar piano …”

Tidak ada kata terlambat, yang namanya orang belajar tidak ada batasan waktu. Bahkan semakin berumur kita harus semakin banyak belajar agar tidak menjadi pikun. Memang daya terima pelajaran lebih cepat diresap oleh anak-anak, tapi bukan berarti anak-anak mainnya lebih mahir dari yang sudah tua. Fakta membuktikan bahwa anak yang aktif dibidang gymnastic atau olahraga lebih cepat memahami dan memainkan musik. Tetapi banyak orang dewasa yang baru memulai les piano bahkan lebih cepat maju ketimbang anak-anak.

Menurut pengalaman saya mengajar semua tergantung kemauan, disiplin dan dedikasi. Anak-anak bisa cepat maju karena mental mereka yang terbuka akan menerima pelajaran, kekurangan dari anak-anak belajar piano adalah karena mereka tidak disiplin dalam mengatur waktu. Sedangkan yang menghambat orang dewasa untuk berkembang pesat dalam belajar piano selain mereka terlalu sibuk dengan pekerjaannya tapi juga dikarenakan malu dan kontradiksi.

“… paksa anak untuk les piano, suatu saat mereka akan berterima kasih… “

Tidak sedikit anak-anak ABG yang datang ke saya dan berkata betapa bencinya ia dengan piano. Tapi saya juga mempunyai murid yang berumur 67 tahun kembali belajar piano setelah 38 tahun ia tinggalkan. Jangan biarkan anak menjalankan apa yang mereka tidak sukai, trust me. Les piano tidak-lah murah, bisa dibilang les musik itu investasi, sama saja anda menyekolahkan anak anda seperti sekolah akademik. Hanya saja, sekolah akademik mempertajam otak kiri, kalau les musik mempertajam otak kanan. Bayangkan kalau anda sendiri benci untuk belajar suatu mata pelajaran selama 12 tahun, sama halnya dengan memaksakan anak belajar piano.

Seorang anak yang bercita-cita menjadi dokter, dipaksakan untuk belajar piano dari umur 4 tahun, padahal ia ingin les melukis. Setelah berumur 17 tahun, waktunya masuk kuliah justru patah arang, meninggalkan pianonya yang sudah dibilang tergolong tinggi dan lulus dari kurikulum international dengan nilai tertinggi. Hitunglah 13 tahun pengeluaran les piano, biaya ujian, biaya les tambahan privat, berapa kerugian yang dialami orang tuanya. Sekarang ia kuliah di UI jurusan kedokteran dan les melukis.

Saya mengajar piano sejak tahun 1998, hingga kini saya masih mencintai pekerjaan saya. Namun kesan dari isi post ini sepertinya justru mengurungkan niat orang untuk les piano, yang mana bisa merugikan saya.

Sayangnya, kalau saja saya bisa bersikap ignorant / penggunaan seperti “kebanyakan orang”, teman bahkan orang tua yang berkata “sudah ambil saja muridnya, yang penting dapat duit…” Hmmmm… somehow gimana ya.. ini menjadi dilema atau mungkin saya terlalu idealistis mencari murid yang benar serius dan dedikasi dalam bermain piano. Walau pada kenyataannya hanya 1 diantara 30 yang benar-benar serius dalam bermain piano.

Dalam proses mengajar piano, saya telah mendapatkan ilmu dari mereka. Tidak perlu seorang psikolog untuk mengatakan anak-anak tertekan karena dipaksa belajar piano. Tidak perlu seorang ekonom untuk mengatakan bahwa  orang tua mengeluarkan uang dengan hasil dengan kemungkinan nihil. Tidak perlu seorang yang jago membaca pikiran kalau anak-anak ingin les biola ketimbang piano.

Tidak perlu seorang anak yang rebel untuk berteriak “Saya tidak mau les piano!… Kenapa gak Mama saja yang les!”

Salah Kaprah Belajar Piano ep.2 disini

 Comments: 152

  1. Fitri Awaliya

    Siang ka Trisna,

    Saya niat mau beli Piano, tapi masih bingung type/ jenisnya.
    Soalnya saya baru Les Privat.
    Niatnya sih lagi cari Guru Piano yang baru.
    Mohon untuk Pin BBM or no Hp ya sist.

    Thanks

    • trisna

      Hai fitri..
      Tinggal di daerah manakah?
      No. Hp sy yg bisa WA 08118882188
      salam kenal ya 🙂

  2. Ridwan Hidayat

    Siang ka trisna.

    Terimakasih ya artikel nya membuat saya bersemangat lagi untuk belajar piano nya.

    Saya boleh minta Pin BBM atau no whatsapp ka trisna.
    Terimakasih

    • trisna

      Sdh sy jawab di email ya pak
      Tks

  3. Ridwan Hidayat

    Siang ka trisna… terima kasih artikelnya yg membuat saya lebih bersemangat untuk belajar piano. Saya boleh minta Pin BB atau no Whatsapp nya ka.
    Terimakasih

  4. Sudeny

    Hi Mba,
    Boleh minta WA / no HP nya?
    Tapi saya simpan dulu ya, karena tahun depan baru pindah BSD.
    Thank you.

  5. Najib

    Ka trisna.. Punya pin bb atau nomor yang dapt di hubungi ga ka.. Pengen shering tentang keyboard..

  6. Desy Rusdi

    Dear ka Trisna,

    Sy pemula, blm prnh bljr les dan ingin sekali les….boleh dong sarannya, sebaiknya sy beli Piano dulu atau les dulu?

    Ka Trisna, bs private dtg kerumahkah?

    Email y ka kontaknya.

    Thanks

    • trisna

      Kebanyakan murid sy yg pemula dan masih anak kecil, dikasih les sama orangtuanya karena punya piano di rumah nganggur 😀

      tapi kalau yg berumur, takut beli piano mahal2 ga kepake jadi les dulu lihat sampai mana kemampuannya baru beli piano..
      Tapi yg pasti sih, beberapa dr mereka ada jg yg takut berhenti di tengah jalan, jadi beli piano elektrik second..

      Kalau saya personally, tergantung ke seriusan dan komitmen ya desy.. belajar itu invest.. bagusnya kalau beli piano akustik,ga perlu baru, second jg banyak yg bagus, dan kalau mau dijual harganya paling turun sedikit..
      Tapi kalau piano elektrik bisa seperti handphone..

      No sdh ku kirim ke emailnya ya 🙂

  7. Abri

    Hi ka Trisna, salam kenal, nama saya Abri. Kalau Saya dan putri saya mau belajar keyboard atau piano dong am ka Trisna intensive. Berapa cost nya. Bisa ga datang ke rumah private daerah kebayoran lama.

    • trisna

      Sdh dijawab ke email ya pak..

  8. Donni

    Salam kenal..

    Kalau membaca blog anda, kok justru kesannya sebagian besar kasus itu anak dipaksakan orang tua utk “les piano”. Bukankah memang justru tugas orang tua untuk memperkenalkan anak pada musik (melalui piano sebagai salah satu instrumen nya)?

    Saya pribadi memang memasukkan anak saya ke tempat belajar piano yg cukup serius. Memang berat jadwal dan PR-nya, tapi indikasi yang saya lihat: dia bisa enjoy pergi les dan memainkan lagu. 1

    Saya tidak bercita-cita memaksa dia menjadi artis piano yang suatu hari konser. Saya hanya ingin dia bisa meng-apresiasi musik dan kelak nanti bisa mengekspresikan emosinya melalui musik. Bukankah ini sesuatu yang bertujuan baik, dan kelak akan amat sangat berguna? Memang dalam situasi sehari-hari, akan penuh tantangan untuk meminta dia latihan… Tetapi kalau tidak diingatkan (sedikit dipaksa) untuk latihan, anak kecil mungkin belum ada kesadaran untuk latihan sendiri. Apakah ini termasuk unsur “memaksa”? Justru saya merasa bersalah jika untuk hal sepenting ini, saya tidak mengingatkan (sedikit memaksa) dia untuk latihan dan bisa maju.

    Sekali lagi indikator saya, dia enjoy latihan dan enjoy memainkan lagu (walaupun tentunya struggle pada saat baru belajar lagu baru). Mungkin kalau saya tidak melihat hal ini, akan beda situasinya. Mudah-mudahan apa yang saya pertimbangkan sudah benar adanya.

    Hal kedua… “Belajar musik supaya tidak menyesal saat tua nanti”. Ini penyesalan saya. Saya bisa main musik tetapi dengan skill yang pas-pasan, karena ortu saya dulu kurang memaksa saya masuk ke sekolah yang lebih serius. Mungkin lain halnya kalau saya bisa mengekspresikan diri saya melalui seni lain.

    Intinya, mungkin kata-kata di atas benar adanya. Cukup aneh kalau anda sebagai guru musik justru agak menganggap remeh hal tersebut. No offense, just my pesonal opinion (karena saya amat sangat menyesal tidak belajar musik dengan lebih serius).

    Sukses selalu…

    • trisna

      Salam kenal jg pak donni
      Offense none taken pak 🙂
      Soalnya sy tidak menganggap remeh masalah ini kok pak.. salah satu pencetus sy buat artikel ini karena salah satu murid sy berbakat di bahasa, perempuan kelas 1SD, bisa 6 bahasa, dan tiap kali les piano selama 3 bln malah dia ngajarin sy bahasa, pianonya nganggur, and her mom insist me to teach her twice a week. Pdhl anaknya minta les kecapi jepang bukan piano. Sy makan gaji buta dong, malah tambah ga enak sama keluarganya. Blm lagi sy ngecewain pendeta di gereja dia, krn sy direkomendasikan sama itu pendeta.

      Btw anak itu ttp di lessin piano sama guru lain di rumahnya, tp tiap x les, dia kabur sama supirnya pergi ke playpark, ke funworld dll, so says the nanny.

      emang sepanjang pengalaman ngajar, saya malah banyak menemukan anak2 yg dipaksakan belajar piano, dan gagal, karena demi ego orang tua. Artikel saya memang sy sharing yang bagian anak2 terpaksa les piano.. maksud artikel sy untuk mengingatkan orang tua jangan sampai seperti itu.

      Walaupun itu jg terserah masing2 orang tua ya pak.

      Murid sy yg dipaksa tapi berhasil juga banyak, tapi kan kembali lagi ke kesanggupan anaknya dan tergantung bagaimana setiap orang tua bisa memotivasi anaknya. Belum lagi anak2 skrg harus perang melawan rasa capek, pulang sekolah jam 4/5 sore, lanjut les.

      “Saya hanya ingin dia bisa meng-apresiasi musik dan kelak nanti bisa mengekspresikan emosinya melalui musik..” sy rasa semua orang tua sependapat dengan bapak termasuk saya, tapi gak harus selalu piano kan ya 🙂
      Yg Sy sharing pd artikel sy adalah, anak2 yg ingin biola tapi dipaksa piano, anak2 yg ingin gitar tp dipaksa harus piano, which is bukan minat / passionnya. Sy malah kasihan jadinya ke anak tersebut, walau sy cinta mati dengan piano, dan berdoa ke tuhan semoga kedua anak sy bisa piano, tapi kenyatannya dua2nyangak ada interest sama sekali sama piano, ya sudah, sy biarkan mereka untuk memilih instrumen apa yg ingin dimainkan.. karena kalau dipaksakan sudah pasti gak bakalan enjoy 🙂 main jago tapi wajah flat, meningless melody, no emotion sewaktu mainin piano, buat apa.. mending pilih instrumen yg mereka sukai, dan minat deh pak..

      Ini personal opinion ya pak..

    • imelda

      Morning kak Trisna,
      Bisa minta no wa nya kak?
      Anak saya 3 masih les piano sd saat ini (11, 8, 5 tahun)

  9. Nadya Asha Putri

    Hai mba Trisna,
    boleh info nomor hp/whatsapp yg bisa dihubungi? Sy berminat dengan les piano-nya.
    Terima kasih mba 🙂

    • trisna

      Silahkan intip emailnya ya mba

  10. Stevie

    Hallo mba Trisna.. blh minta no tlpnya? Saya mau tanya bisakah ajarin anak saya piano?? Thx b4 ya mba

    • trisna

      Iya, boleh, silahkan intip emailnya ya

  11. Sandy

    Halo kak trisna salam kenal sy ingin belajar piano pemula apakah msh ada slot?

    • trisna

      Salam kenal juga, masih ada slot kok, wa aku aja ya

  12. Natalia

    Hi mba boleh di email jg ke saya info utk les piano nya? Tq ya

  13. Nat P

    Hi mba boleh di email jg ke saya info utk les piano nya? Tq mba

  14. Kath

    Hai mba Trisna. Saya senang sekali mampir ke artikel ini saat sedang stressnya karena merasa pusing belajar teori-teori piano. Saya sebenernya sudah belajar piano dari TK, tapi karena merasa niat bermain piano hilang, saya putuskan berhenti waktu kelas 4 SD. Nah saat SMA nya saya baru kembali belajar lagi. Saya sih memang gak suka belajar teori dari dulu. Walaupun saya tau, teori juga penting, tapi saya gak bisa bohong, kalau sudah belajar teori pasti cepat bosen belajarnya. Sekalinya belajar lagu dsb, saya seneng banget bahkan saat latihan berjam-jam juga gak berasa. Nah utk mengatasi kebosenan saya dan kemalasan saya mempelajari teori-teori piano, saya harus gimana ya mba Trisna? Sekaligus mau minta contact dan alamatnya siapa tau bisa les di sana hehe.
    Terima kasih.

    • trisna

      Sudah dijawab ke email ya mba.. soalnya panjang hehehe..

  15. Herlina Mustikasari

    Salam mba, bisa minta nomer telpon, utk anak saya, rumah sya di BSD. Untuk datang ke rumah apa syarat2nya k mba, selain ada piano di rumah? Tksh

  16. hadi purnomo

    Hai Trisna, saya tinggal di grogol. kalau mau les dimana tempatnya ?

    anak saya perempuan usia 5 tahun 3 bulan dan 4 tahun

    apa saja syaratnya ?

    Anak anak saya minta di lesin piano, apakah sebaiknya dibelikan piano sekarang atau tunggu minat mereka saat sudah les ? Thx

    • trisna

      Lokasi sy di bintaro sektor 1 pak, anak2 bpk bisa dicarikan guru les privat ke rumah bapak / masukkan ke tempat les kalau mereka memang sudah bisa belajar alias kondusif..
      Kalau memang kelihatan interest dan passionate di piano lebih baik dibelikan ya pak, karena kalau tdk bisa latihan di rumah, progressnya jg susah untuk keep up..

  17. lis

    Halo mbak trisna
    Saya Lis sy mau belajar piano lagu klasik bisa ga belajarnya di keyboard .. yg sy punya cuma keyboard soalnya kalo beli piano digital terlalu sempit di rumah sy dan sy takut bosen denger cuma suara piano aja.. kalo keyboard kan banyak suaranya..
    Sy mau belajar otodidak tanpa les bisa ga sy belajar not balok dan penjarian tngan kiri dengan cepat?

    • trisna

      Hai mba lis..
      Kalau pakai keyboard belajar classic bisa tapi, pembentukan jari kurang baik, dan sering kendala dgn oktaf ya.. kan keyboard hanya 5 octave..

      Kalau belajar otodidak not balok tangan kiri.. masalah belajar cepet bisa atau tidak tergantung latihannya ya.. practice makes perfect.. mungkin bisa mungkin tidak..

      Tapi kalau belajar ga ada gurunya.. kapan mba lis tau kalau lagunya salah? Kapan mba lis tau yg dimainkan tekniknya sdh bener atau salah?

  18. endahdwi

    Halo mbak, aku mau belajar piano. Kalo boleh tahu, lokasi lebih tepatnya dimana ya? Sama boleh mnta no.tlp nya gak mbak?hehehe makasih banyak sebelumnya

  19. azon kho

    Sy mau donk mba
    Usia udh 37 tahun

  20. Ian

    Salam Mbak Trisna,

    Numpang tanya…
    Anak saya mau belajar main piano
    – Dimana posisinya sekalian minta no hpnya?

    Terima kasih

    • trisna

      Sudah sy email ya pak ian.. 😀

      • Olyva

        mb trisna, saya juga pengen les anak saya piano clasic bisa mnta contact utk bertanya lebih detail?

  21. Vin

    Umur saya 21 tahun dan saya sedang les piano sekarang ini. Sudah 8 bulan lebih les piano, tapi guru saya selalu bilang kalo penjarian saya saat bermain piano mirip seperti pemain organ (sebelum les piano saya sempat les organ 1 bulan, kemudian berhenti).

    Di rumah saya punya keyboard, tapi saya mainkan dengan teknik piano.
    Efektif-kah?
    Guru saya menyarankan kalo jari saya masih seperti pemain organ saat bermain piano, sebaiknya keyboard saya diganti piano saja karena piano memiliki tuts yg lebih berat dari keyboard.
    Tapi orang tua saya malah gak kasih. 🙁

    • trisna

      Memang betul pemikiran vin.. Main piano di keyboard memang kurang efektif 😀
      Saran guru vin ada betulnya..

      Tapi pemikiran orang tua vin mungkin takut kalau vin gak serius di piano.. Sdh dibelikan piano mahal2 tau2nya hanya sebentar.. 😀

      Saran saya.. Coba dulu sampai menguasai 1 lagu sampai sempurna.. Ajak orang tua ke tempat les.. Lihat progress bagus vin.. Dan biar gurunya vin bicara dengan orang tua vin..

      Tapi vin bener harus serius dan berhasil di piano.. Krn les piano memang mahal say..

      Emang gak enaknya les kalau udah berumur dan sudah kerja.. Pasti disuruh beli piano sendiri deh sama orang tua.. Hehehehe..

      Semangat terus ya vin.. Banyak jalan menuju roma..

  22. Diah Kusumaningrum

    Mba Tisna.. saya barusan email ke mba.. bs tlg wa atau sms ke hp saya thanks

  23. Ana

    Makasih sarannya mbak Trisna. Saya sudah lihat2 piano akustik, harganya mahal sekali ?. Utk sementara masuk ke wishlist dulu 😕

  24. cici

    Hi mbak trisna , saya perempuan usia 20 tahun. Saya sangat ingin bisa bermain piano, tapi saya tidak punya piano serta setiap melihat piano saya ingin sekali bisa bermain. Sewaktu kecil ayah pernah menyarankan ikut les musik tapi ibu saya tidak mengijinkan.

    Apakah diusia saat ini saya termasuk terlambat untuk belajar piano (saya sangat ingin bisa bermain lagu-lagu klasik). Saya saat ini berdomisili di bintaro sektor 5, apakah saya bisa belajar dengan mbak trisna?

    • trisna

      Maaf baru dijawab via email pagi ini cici.. 😀

      Kalau belajar ga ada batasan umur ya cici.. Krn aku punya murid yg sudah “berumur” paling tua waktu itu 68 years old nenek mau rayain golden wedd anniv.. Berhasil main 2 lagu for 9 months.. Sambil nyanyi..

      Ada juga kakek2 yg seumur hidup ga pernah main piano.. At his age 54 belajar piano only in 6 months bs mainin lagu2 susah lionel richie.. Natkingcole.. *thumbsup deh

      Nah sedangkan ya ga punya piano muridku jg ada bbrp.. Not more than 10 sih selama ngajar 18thn.. Dan mereka pun succeed main piano walau progressnya agak lambat..

      Coba dulu.. Usaha.. Kita Lihat..

      Karena ternyata banyak murid2ku yg berpotensi main piano.. tp krn tdk didukung orangtua, mereka baru les setelah mereka kerja.. And all of them saying sangat menyesal kenapa gak dari kecil les aja..

      Kebalikan dari artikelku ya? 😀
      Such an irony

      Yg punya piano malas2an
      Yg berpotensi malah ga punya piano.. Walau terbukti berbakat aja main piano gak didukung.. *sedih

  25. Ana

    Satu lagi…budget saya terbatas mbak

  26. Ana

    Hi mbak Trisna, saya tertarik belajar piano. Saya mempertimbangkan untuk beli piano agar bisa latihan di rumah. Tipe dan merk piano apa yang cocok untuk pemula dewasa seperti saya yah?

    • trisna

      Halo mba ana
      Beredasarkan penglaman, piano akustik itu yang terbaik untuk ngelatih jari.. ibarat orang ikut fitness latihan pakai beban gitu mba.. kalau akustik kan ada beratnya.. kalau ada berat, latihan jari, kebentuk jadi bagus.. kalau piano digital itu ringan, kurang bagus buat pembentukan jari 😀

  27. Eggy

    selamat malam, saya mau nanya kalau piano merek Conober Cable itu kalau buat pianist profesional sudah bagus atau belum ?

    • trisna

      Wah mas.. Sy kurang tau merk yang mas bilang.. Yg sy tau biasanya pianist prof biasanya idealis.. mereka punya standard sendiri.. Seperti Horowitz.. Dia boleh recital keliling dunia dgn biaya yg minim.. Tp piano yg dia pakai harus dari rumah punya dia.. Jd biaya transport piano grand steinway and sons nya dia lebih mahal daripada tiket terbang dia 😀

  28. Martha

    Mbak.. jd tipe piano apa yg bagus ya? Saya rencana pengen beliin buat anak saya yg lagi les piano usia 6taun… pengennya cukup sekali beli, yg bagus tapi murah… hehhehe kalo yamaha atau kawai mending tipe apa? Lebih bagus mana?tq…

    • trisna

      kategori bagus tapi murah ya bu?
      kalau bicara idealis, suka piano seperti apa, saya hanya bisa recommend sesuai dengan pengalaman ya bu… so far saya senang dengan Piano akustik Kawai, karena suaranya bening banget, lalu pada tingkat teknik dan levelnya tertentu, latihan teknik akan membutuhkan skill yang lebih, dan biasanya minta teknisi untuk memberatkan tuts piano. Kawai disini lebih mudah untuk diutak atik. hal ini biasanya untuk level guru atau artist performance yang pasti lebih senang dengan piano tuts berat untuk mendukung teknik mereka…

      dulu sewaktu kecil ganti-ganti pakai piano buatan jerman, suara bening, tapi pianonya beratnya ampun deh bu… kalau onderdil rusak, ganti barangnya susah, jualnya juga susah…

      pengen beralih ke Steinway and sons, tapi adanya waktu itu grand, terus ruangannya tidak memadai, lalu sempat beralih ke Yamaha, tapi ternyata yamaha tutsnya ringan, dan suaranya ternyata lebih bening Kawai, jadilah saya cinta Kawai 😀

      faktor lainnya…
      1. space yang dibutuhkan di rumah juga mempengaruhi besaran piano. Semakin tinggi piano (upright) yang ibu punya, suaranya bisa mencakup sampai 100 meter lebih, kalau space nya kecil, misalkan ibu mau letakkan piano dikamar, pianonya gak usah tinggi2, karena nanti anaknya kupingnya bisa penging… 😀 kecuali ibu punya akustik ruang yang bagus ya…

      2. Piano elektrik akhir-akhir ini digemari karena hemat tempat, lalu anak bisa latihan menggunakan earphone (tidak menganggu seisi rumah dengan nada-nada yang salah) tapi kalau mati lampu ya tidak bisa main deh, lalu kalau ada yang rusak, lebih repot benerinnya, karena namanya elektronik, suka discontinue dari pabrik. Tapi kalau keluaran merk ternama, biasanya 10 tahun saja barang masih ready sih.

      semoga dapat piano yang ibu cari ya..

  29. Silvi

    Malam bu trisna…..bole send no telp nya dan alamat rumahnya?

    • trisna

      halo mba… sudah saya kirim via email ya 🙂

  30. Hermawan

    Selamat pagi, mba Trisna. Anak saya umur 9 thn, ingin kursus piano. Domisili di Serpong Park, Serpong-Tangerang. Apa memungkinkan kalau kami yang mendatangi tempat kursus mba Trisna karena belum punya piano di rumah …:D. Thx

    • trisna

      saya di bintaro sektor 1 pak. silahkan main, kita ngobrol-ngobrol sambi llihat anaknya kalau benar minat dengan piano, dengan senang hati saya mengajarkan… email saya di genopianist54@yahoo.com kalau bapak mau tanya-tanya…

  31. Yhm

    Mbak saya mau nanya ini diluar dari topik yang ada.
    Saya umur 19thn. Suka dengan piano tapi tidak berminat untuk les piano. Jadi saya ikut les musik biola. 2thn yang lalu saya sempat les tapi berhenti karena saya ada di “zona nyaman” hehe jadi tahun ini saya ikut gabung lagi les biola private. Gimana ya menurut mbak. Saya yang pasti udah telat banget untuk ikut gabung. Saya harus lanjutin terus atau berhenti? Berhenti dikarenakan malu karena saya masih divolume 1 suzuki dan karena sudah telat untuk gabung hehe

    • trisna

      halooo… 4 tahun lalu juga saya sempat les privat biola, hasil pinjaman biola bos di kantor lagi… hahaha… baru bisa belajar twinkle-twinkle… terus berhenti karena malas… saya rasa memang saya suka biola, tapi tidak niat untuk les biola… hehehe…

      tapi kalau piano, saya gak pernah putus sih… dari kecil sampai udah punya anak-2 😀

      Terserah Yhm saja ya… kalau memang suka dan passion Yhm di biola, ya harusnya dikejar and enjoy it… kenapa musti malu? kan les privat hanya sendiri toh dengan gurunya? 😀

      tetap semangat yaaa, jaman gini malu belajar… duuuh… gak ada kata telat yaaaaa…

  32. Ivonne

    Mba, bisa tolong kontak saya via email ?

  33. dinov

    Hai mba please email saya ya mau tanya2 soal kursus pianonya, sy tinggal di bintaro sektor 9. Makasih

  34. Ariesta

    Ariesta
    Saya baru mau mndftarkan anak sy les music. Anak sy Kevin (7th), bingung piano atau keyboard ya. Nanti setelah les baru berencana discuss dg pengajarnya keyboard apa yg cocok utk di rumah, Kalau beli piano nantilah setelah anak benar2 mahir,
    Ada recomend tdk tempat les piano/keyboard, sy berlokasi di Cempaka Putih Jakpus (terutama harga murah tp tdk murahan hehehhe…)
    Thanks

    • trisna

      waduh… saya selama ini mainnya hanya daerah selatan saja ya 😀 jadi kurang tahu kalau daerah cempaka putih, maaf kurang membantu

      • farah siregar

        Mba trisna..
        aq di bsd, mba dimana..
        kalau boleh aq kepengen telp mba langsung buat anakku yg umurnya mau 7 tahun belum pernah kursus tapi sangat tertarik dgn piano.
        makasi mba Trisna..

        • trisna

          saya di bintaro sektor 1 bu, silahkan datang, main dan ngobrol-ngobrol kalau anaknya betul minat ke piano, saya dengan senang hati mengajarkan bu…
          email saya di genopianist54@yahoo.com kalau mau bertanya-tanya… silahkan…

  35. Yenni

    Miss trisna, anak saya maurin, sudah belajar elektone dari umur 3,5 thn (KMA,YMI surabaya), trus belajar piano klasik lebih kurang umur 5,5 thn (sekolah music mutiara, pekanbaru), skrg maurin umur 11 thn tetap piano klasik (perlude music, Banjarmasin),anak saya ini lebih senang lagu2 yang tempo nya cepat, kalau yg lambat katanya bikin ngantuk. Miss trisna, tapi kemungkinan bulan Juni 2015 ini kami mau pindah ke Jkt, kemungkinan tinggal d daerah Bekasi atau seputaran harapan indah, kira2 apa miss punya info dimana tempat les piano yang bagus buat maurin, tapi sebenarnya saya lebih suka maurin Les piano nya privat, maksud saya ketimbang tempat les yg comersil seperti yg banyak di fraincase kan sekarang2 ini, karena maaf menurut saya guru2 les nya kebanyakan main bbm(handphone) saat mengajar, saya lebih senang kalau guru2 model jaman dulu gitu, yang bener2 banget ngajarin anak kita buat anak kita pandai, maaf ya miss, soalnya punya pengalaman yg kurang menyenangkan pas maurin les gitar dan biola hehee….

    • trisna

      Wah hebat ya Maurin, tetap semangat ya…
      kalau complain masalah guru dengan HP, yaa, hampir semua orang tua murid saya jg mengeluh hal yang sama, makanya ngejar guru privat.
      kalau daerah Bekasi bu, saya bener-bener kurang tahu rekomendasinya siapa… karena dari dulu saya di sekitar jaksel saja. Maaf ya bu…

  36. rika

    Mba Trisna..kalo mau les di tempat mba alamatnya dimama mba sy tinggal diforesta

    • trisna

      saya di bintaro sektor 1 mba rika 🙂

  37. Agustinus

    Saya di BSD SERPONG, Saya gak pernah nyentuh yg namanya piano. Tapi pengen banget belajar. Tolong beritahukan tempat lesnya, agar saya bisa ikut. Umur sya 30 tahun. 🙂 Tolong inform ke email sy.

  38. lisa

    Mbak ke daerah joglo bisa ngajar privat kerumah ?

    • trisna

      Maaf ya mbak, sejak punya anak, sekarang tidak ngajsr daerah joglo ulujami lagi.. dulu sih punya murid disitu perumahan alfaindah, srengseng sampai meruya.. sekarang bintaro PI BSD saja

      • Yoan

        Hi Mbak. Boleh tau Mbak mengajar klasik atau pop/jazz? Thanks.

  39. aryarachel3022

    maaf mba usia aku skrg 19 tahun aku dri dlu minat banget sama piano tapi karena dlu aku tinggal bkn d jakarta jdi susah bgt buat blajar piano. klo sekarang aku mau belajar harus kemana ya dan boleh gak aku minta pin bb mba

  40. cheris

    Hallo mbak,,keren bgt artikelnya diatas..klo boleh saya mau minta recomendasi buat anak saya 5th yg baru belajar piano,,merk/type piano digital apa ya yg baik untuk pemula..thx sebelumnya..

    • trisna

      Pembelian piano untuk pemula, semuanya baik kok bu, berkaitan dengan anaknya ya.. kalau aftersales atau hrg jual belinya sy kurang tahu.

      saran saya, harus analisa dulu anak yg lesnya.. kalau anak ibu kira2 minatnya belum 100% ke piano, masih on off, atau moody dan sebagainya, bisa beli yg basic, kalau biaya relatif ya 🙂

      Tapi kalau minatnya ternyata sudah 100% ke piano, lebih baik belikan piano akustik ya bu, karena pembentukan jarinya lebih bagus, bisa latihan power dan soft touch jg hanya bisa latihan dari piano akustik. Apalagi kalau sudah level tinggi, bagusnya punya piano yg tutsnya bisa diubah ke berat tekanannya, di indo yang bisa begini merk kawai.

      Sy pemakai piano eropa 10 thn yamaha 6thn, sejak thn 98 berubah ke kawai, dan gak mau ganti lagi, suka banget sama kawai.

      *biasanya kalau orang beli piano itu untuk long term, sekali pakai untuk berapa puluh tahun, tidak seperti HP jual beli, jadi extra hati2 dalam memilih, kaitannya dengan kebutuhan isi anak.

  41. Azzahra Alivia

    Kalo biaya les piano berapa ya ? Saya pengen les piano tapi mama saya bilang nggak usah, piano kan harganya mahal, les nya juga mahal.
    Tapi saya pengen les piano gimana ya ?

    • trisna

      halo zahra.. coba cari tahu sekitar rumah zahra ada guru piano ngajar privat/tidak.. bisa datang ke rumah gurunya gak? Request +waktu untuk latihan sebelum les.. bisa lihat di mailinglist / twitter / iklan online atau koran suka ada.

      Kalau sama aku.. untuk anak2 yg determinan seperti zahra.. Sy suka kasih waktu ekstra free 30 mnt untuk latihan sebelum les.. lesnya sendiri 1x pertemuan 1jam.. jadi hanya bayar uang lesnya saja.. latihannya free charge.. aku ada di bintaro, moga2 dekat rumah zahra ada yang gurunya mau gitu ya..

      Nanti kalau kira2 zahra progresnya bagus.. lanjut ke next step bisa buktikan ke mama papa.. siapa tahu dibelikan piano digital / keyboard lebih murah..

      Good luck zahra dan tetap semangat ya..

  42. qnoy

    mau minta kunci piano boleh ga ?

    • trisna

      Maksudnya chords ya?
      Lagu apa ya?
      Kalau mau cepat Bisa beli buku chords lengkap di gramedia..

  43. alam

    Qlo usia saya yg 38th masih di terima gak kursus piano klasik?

    • trisna

      Bisa dong 🙂 tiada kata terlambat untuk belajar
      .. Yg umur 50an aja sukses kok belajar piano..

  44. felix

    Berarti saya masuk yg 11% yg cuma denger lagu klasik…

    Kalo saya memang musik klasik, terutama piano yg jadi favorit saya. Sampai g ada niat belajar genre lain

  45. Isabella

    Halo mba trisna, masih ngajar ngga? Minta info kontaknya dong 🙂

  46. Ansella

    hallo mba Trisna, salam kenal, saya suka sekali dengan piano semenjak SMP, dulu sempat diajak les sewaktu kecil, namun sya nya ogah ogahan tidak mau, karena pikiran saya, hanya main, sedangkan les mengambil waktu main. namun ketika SMP mulai lah saya tertarik, dan setelah kelulusan SMP, yahh awal masuk SMA saya baru les piano, sekarang usia saya 19 tahun, dan karena kuliah saya berhenti les, sebenarnya masih pengen untuk melanjutkan les, namun waktunya susah.
    kalau saya melanjutkan di usia 23an keatas, apakah basic yang sudah saya miliki namun tidak diasah dapat menurun?
    kalau saran dari mba Trisna, gimana yah ? hehe trima kasih sebelumnya (:

  47. yanti2014yanty

    waktu kecil saya sempat ikut les electone, tapi cuma bertahan tidak lebih dari dua tahun, berhenti karena berbagai alasan, 🙁
    sekarang anak2 saya (umur 15, 11 dan 7 tahun) sepertinya punya ketertarikan dengan musik, suka tanya2 ke bapaknya gimana memainkan lagu ini itu dengan gitar, sementara bapaknya sendiri belajar gitar otodidak dan tidak menguasai banyak lagu,
    terkadang anak2 mencari notasi lagu yang mereka suka dengan pianika, atau mencari tutorial dari youtube,
    saya berniat mengikutkan mereka kursus musik, terutama anak yang tengah, karena saya perhatikan dia lebih trampil mencari nada sebuah lagu dengan menggunakan pianika atau gitar,

    beberapa kali saya tanya mereka ingin ikut les musik apa, jawabnya sering berbeda, drum, piano dan gitar, kadang maunya klasik, kadang maunya pop,
    saat melihat ada hiburan menggunakan keyboard mereka sepertinya juga kepingin bisa mengiringi orang bernyanyi,

    saat ini kami belum punya alat musik lain selain gitar dan pianika,
    mohon saran buat saya, supaya bisa mengarahkan anak2 untuk mengikuti les alat musik yang tepat buat mereka,
    karena keterbatasan dana saya juga tidak ingin alat musik yang kami beli sebagai sarana berlatih akan sia2 karena mereka akhirnya bosan

    makasih

    • trisna

      Saya sarankan untuk ikut trial di tempat kursus bu, kapan kelas classic piano, kelas pop.. Kelas drum, kelas gitar classic, gitar pop.. Bicarakan dgn yg berwenang kalau bisa jgn hanya bicara dgn admin.. Ajak bicara salah satu guru besarnya.. Kalau tidak boleh coba semua.. At least minta 15 menit buat ngintip proses belajar.. Tujuannya supaya bisa menemukan benar2 kesukaan anak ibu..

      Memang umur2 anak2 rasa penasaran tinggi, pengen tahu dan pengen bisa semuanya padahal belumtahu bayangan kedepannya.. Apakah les yg diambil sanggup dilakoni dalam janga waktu lama, terutama les piano merupakan invest edukasi yg cukup besar. 🙂

  48. monic

    Halo mbak sy mau tanya2 uk les anak sy 3thn bisa ga? Mau tnya soal biaya wktu dll. Bole minta alamat email atau no hp ga mba?

  49. danti

    wah jujur ya, banyak hal yang saya kurang setuju disini. saya belajar piano dari umur 4 tahun (saat ini 21), sampai SMA saya les piano tapi dalam kondisi ogah2an jadi sempet berhenti mulai lagi berkali2. hanya karena orang tua saya yang memaksa maka saya tetap les, walaupun tidak pernah latihan, pernah sampai 2 tahun tidak menyentuh piano selain di tempat les. tapi ketika saya baru mengerti keindahan musik klasik pas SMA, saya bener2 cinta bgt belajar piano justru ketika saya sudah tidak les lagi.

    sampe saat ini saya masih belajar piano sendiri (klasik) dan progres saya jauh lebih cepat ketimbang pas les. saya merasa berterima kasih kepada orang tua saya yang tetap memaksa, kalau tidak saya tidak akan sampai ke tahap ini sekarang. saya malah merasa orang tua saya kurang “memaksa” karena seharusnya dengan umur saya sekarang level saya harusnya lebih tinggi lagi sampai ke level performer.

    satu lagi, untuk belajar klasik menurut saya penting, tp bukan berarti wajib. piano klasik cukup belajar di awal saja ketika dia tidak mau mengambil piano, karena teori musik yang di ajarkan di piano (menurut saya) paling lengkap ketimbang alat musik lainnya (terbiasa membaca not sampai oktaf tinggi/rendah). namun belajar piano klasik cocoknya hanya untuk yang tertarik belajar alat musik klasik lainnya (seperti violin, flute, atau bahkan gitar klasik), cuma kalo hanya tertarik kepada gitar pop menurut saya hal ini tidak penting.

    • trisna

      Well, good for you 🙂 karena tidak sampai merasakan penyesalan teramat sangat akibat kesalahan sendiri.. membuang kesempatan bisa les piano dikala banyak orang diluar sana ingin bisa les piano tapi terbentur biaya…
      good for you juga akhirnya merasa bersyukur dipaksa orang tua.

      artikel yg sy buat ini untuk para orang tua yg kurang mengerti minat anak, memaksa anak, hingga anak stress dan buntut2nya itu anak jadi benci guru piano nya, yaitu saya… padahal saya kan ngajar berdasarkan request orang tuanya 🙂

      so… sewaktu Danti bilang
      “belajar piano klasik cocoknya hanya untuk yang TERTARIK belajar alat musik klasik lainnya (seperti violin, flute, atau bahkan gitar klasik)”
      couldn’t agree more 🙂

      kalau masalah penting gak penting sih relatif ya… yaaa yang namanya ilmu, priceless… apalagi orang tua udah ngeluarin biaya 🙂

      • danti

        sebenernya ada 2 faktor yang bisa bikin anak ga suka, yang pertama apa si anak memang ga tertarik piano atau memilih piano hanya karena pilihan orang tua, dan kedua adalah kesalahan guru dalam memilih piece yang disukai anak. untuk kasus saya waktu itu yang kedua, karena saya les di tempat yang kurikulumnya kurang variatif, waktu itu saya bosan banget bertahun2 cuma mainin sonata dari jaman2 klasik.

        sewaktu saya pindah tempat les, saya dikenalin dengan piece2 dari jaman romantik. dan ternyata disinilah minat saya, bahkan sampai saat ini saya punya target untuk menamatkan semua karya2 chopin, dan beberapa liszt dan rachmaninoff.

        kalo memang dari awal anak udah bilang mau belajarnya piano dan pada tengah2 males2an, itu wajar. namanya juga anak2 ada masa jenuhnya, dan disini maksud saya orang tua harus lebih “memaksa” dengan cara memotivasi. sama aja kasusnya kayak sekolah, banyak anak yang males2an sekolah tapi apa orang tua menuruti anak untuk berhenti sekolah?

        jangan lupa kalo waktu terus berjalan, ketika memang minatnya sama piano dan umur anak sudah tidak muda lagi, yang ada hanyalah penyesalah karena tidak bisa sejago teman2nya. setidaknya itu yang terjadi pada teman2 saya, yang cuma belajar piano 2-3 tahun dan orang tuanya menuruti keinginan mereka saat itu untuk berhenti.

        • trisna

          Ya kurang lebih isi artikel sy sama dengan maksud danti..

          Kalau pilihan piece gak mungkin gurunya salah ya Dantin krn masing2 level punya teknik tersendiri.. Disitulah susahnya klasik justru pada level2 belajar teknik memang menemukan kejenuhan..

          Sy setuju buat ortu terus memotivasi anak terus belajar kalau memang sudah terlihat minat anaknya kemana.. Kalau berpotensi di klasik sy dukung terus motivasi di klasik.. Artikel sy diatas lebih ke awal pemilihan minat anak dan ortu yang bertentangan.. Jd sedikit berebeda dengan apa yg danti tangkap ya..

          Teman2mu yg 2/3 thn berhenti les piano sebabnya bisa banyak ya.. Lebih luas lagi nanti bahasannya.. IMHO banyak anak yg plin plan.. Pengen semua bisa, nyesel, kembali lagi, putus lagi dll.. Kembali lagi mungkin ortunya kurang yakin melihat minat anaknya.. Kalau TERNYATA benar di piano, syy setuju yg danti bilang..

  50. sandy

    bak trisna, di rumah saya ada organ, tapi kebanyakan orang belajar piano ya, saya pingin kasi anak les private, sebenarnya organ sama piano, bagusan belajar piano ya, tolong dibalas via email ya

  51. yanti

    Salam kenal y Mbak,saya ad niat mau les piano,klau mbk gak kbertan boleh sms alamatnya mksi y mbak

  52. Sisie

    Ms Trisna, anak saya usianya sudah 10 tahun. Tiba2 ingin les piano. Semoga belum terlambat. Mau tanya seputar les piano private dengan mba. pm saya ya. thanks

  53. eloksa

    mbak Trisna, kenalkan, saya elok, pr usia 33, dari kecil pingin belajar piano dan baru kesampaian belajar dan beli piano sekarang, ketika udah kerja. Udah setahun saya pegang piano saya, bisa main beberapa lagu. Kebanyakan belajar sendiri, lihat youtube, mengeja not satu-satu dll. pernah les piano pop, tapi gurunya kurang support dan kelas terlalu padat jadi jadwal kejar-kejaran. Akhirnya berhenti dan banyak belajar sendiri. Please, please, be my teacher mbak Trisna, I am proposing you.

  54. Lisa

    Hi..mbak Trisna saya umur 23 thn daerah bintaro, kepengen bgt belajar piano. Boleh minta contact atau info untuk les pianonya di email. makasi

  55. lilyskymentari

    Halo mbak Trisna,

    anak saya usia 4 dan 5 tahun kepingin sekali belajar piano. Boleh minta no telp dan PM ya mbak? rumah kami di BSD.

  56. Putri J

    makasih kak saran nya. Tetapi guru saya pernah berkata agar saya jgn bermain pop dulu. Fokus kepada klasik saja. Saya jd kurang yakin kak

    • ianchristian9

      Stiap guru music mempunyai metode atau cara yg berbeda dalam mengajar..bagi sy sendiri Music atau piano pd khususnya itu tidak semata mata klasik..music itu universal.klasik,pop,dan byk lain nya itu hy bagian dr jenis2 music itu sendiri.Putri uda 4 thn belajar klasik,itu uda sangat cukup jika itu dianggap basic,dan menurut sy jika selama 4 thn itu Putri HANYA belajar klasik, maka sebenarnya putri tidak belajar music,tp belajar music klasik.
      Selalu bijak lah dalam belajar..seperti yg sudah pernah sy bilang,Notasi itu ga beda dgn alphabet,pelajari itu dgn cara yg bijak dan itu akan membuat Putri akan bisa membaca,memperdengarkan,mengeja setiap tulisan dlm novel,majalah,komik ataupun koran baik itu dalam bahasa inggris,atau bahasa indonesia dgn baik dan benar

  57. luna

    Hello mbak Trisna, saya Luna tinggal di BSD.. boleh minta no.telf mbak Trisna ngga? Saya mau tanya kalau les ke rmh mbak Trisna perbulan brp, krn saya blm punya piano.. Thanks mbak 🙂

  58. ianchristian9

    Sy setuju dengan pemikiran yg anda tulis di atas..sy sendiri juga mengajar piano,seperti halnya anda yg berhadapan dgn murid2 dr anak2 hingga dewasa.. tapi bagi saya Piano adalah media yg jauh lebih baik untuk mempelajari music,karena selain piano saya juga mengajar gitar,violin juga keyboard.jadi saya sedikit banyak bisa membandingkan (meski mgkin tidak bagi smua org sependapat dgn sy )

    Tapi tetap saja tolak ukur atau metode sy selalu tidak jauh dari piano,misalnya untuk mengenal nada dgn mudah,oktaf,jg tulisan2 music semua itu sepanjang pengalaman saya lebih mudah di trima dan di praktekan oleh murid2 sy dengan adanya piano,
    sangat sering murid yg semula hanya ingin belajar memainkan alat music tertentu tapi pada akhirnya malah berpindah untuk serius pada piano.

    Setiap Guru music mempunyai metode mengajar yg berbeda satu sama lain,tidak ada tolak ukur yang baku atau paling benar,kcuali persepsi atas lulusan mana,gelar apa yg di miliki oleh sang pengajar.

    saya sendiri menggunakan buku2/materi ABRSM ,mungkin krn 90% semua sertifikat saya dalam music dari ABRSM,meskipun saya dulu lama di Yamaha’
    Saya sangat setuju dengan pendapat anda dalam mengesampingkan penghasilan anda sendiri saat melihat calon murid yg menurut anda tidak menyukai piano,anda tidak indealis..pada umumnya semua guru music mengajar karena memang berjiwa music,bukan semata mata uang,
    Tidak di pungkiri kadang mengajar tanpa di bayarpun rasanya sudah menyenangkan,

    Sedikit pendapat/nasehat sy untuk org2 yg ingin belajar music : ” Anggaplah music itu adalah Alphabet,..harus mengenal dan menuliskan semua huruf dengan baik,setelah itu anda akan mudah untuk memainkan jenis music apapun,tidak beda saat kita dulu belajar menulis dan membaca,setelah bisa mudah kan untuk baca novel,koran,majalah dll Ttg skill atau kemampuan memainkan sebuah alat music itu akan mengikuti dengan sndirinya,selama anda rajin berlatih maka kemampuan itu jg akan bergerak maju.Pelajarilah semua jenis alat music yg anda suka,pada akhirnya anda akan menemukan alat music mana yg paling anda suka”

    Salam.

  59. Mom Ela

    Salam Kenal mbak Trisna:

    Mbak saya punya putri umur 5 Tahun 9 Bulan, bulan Juli Tahun ini dia sudah masuk kelas 1 SD. Saya perhatikan anak saya selaam ini mulai dari umur 1,8 Tahun hobby bernyanyi dan menari bahkan sesudah umur 3,5 Tahun dia setiap kali melihat baik Piano ataupun Organ dirumah orang, dia tidak sukkan2 langsung memiankanya, kebetulan tetangga saya punya organ, jd setiap dia main ketetangga pasti langsung mainkan organnya. Ada rencana mau buat dia private….tapi kami belum punya Piano, n mau beli piano sepertinya msh bingung belinya gimana, soalnya buta tentang PIANO,mbak Trisna tinggalnya daerah mana ya, kami tinggal daerah Jaktim dekat TAMINI, apa mbak Trisna jg ngajar privat kerumah, kalo iyah mbak brapa biaya kira2 mbak? Bisa dibalas ke alamat email saya yah mbak. Trimakasih mbak…
    Salam

    • trisna

      salam kenal mom ela

      kalau sudah yakin mau memberi private les piano ke anak, pertama harus cari tahu apakah anak lebih suka ke piano as in piano classic atau gak ya mom.

      kalau benar suka classic maka lebih baik punya piano classic “upright” merek apa saja sesuai kocek, buat awal2 kalau masih ragu2 beli yamaha local aja sdh oke. harga secondnya 8jutaan atau mau piano electric, merek yamaha arius, harga barunya 6jutaan. kalau mau yang lebih bagus dari yg saya sebut barusan, banyak ya. bisa cari yang U3 atau cari build up import. harga bisa diatas 30 jt secondnya.

      kalau anaknya suka belajar piano tapi bukan classic. belajar pakai keyboard atau sejenisnya oke.

      piano upright, atau classic, bagus untuk pembentukan jari sedari awal, karena tuts piano classic kan berat. tapi semua kembali ke anak. takutnya sudah dibelikan mahal2 taunya anaknya hanya suka sesaat. beberapa murid saya sudah bongkar ruangan buat beli piano, sekarang bbrp dr mereka pianonya nganggur, karena dulu pas beli, belum yakin minat anaknya kemana.

      ini hanya masukan saja ya mom…

      kalau les private, sy ngajar hanya daerah bintaro, PI dan BSD bu. tidak sampai ke TAMINI 🙂 coba kalau saya ada partner yang area ngajarnya kesana, nanti saya berikan contact email mom ela ke dia ya.
      biar dia contact mom Ela…

      oke mom, moga2 membantu. salam…

      • feli

        Mboleh saya minta kontak Mbak? sy lokasi di BSD, kemungkinan anak sy mau les piano.
        terimakasih. Salam. Feli.

  60. Putri J

    saya sudah belajar piano klasik selama 4 tahun. Orang tua saya selalu nyuruh untuk mengiringi di gereja. Saya jawab belom bisa, krn itu pop. Sedangkan saya klasik saja belum tamat. Bagaimana ya kak? Saya pengen juga belajar musik pop. Saya juga pengen bernyanyi sambil main piano. apa saya sebaiknya berhenti les klasik?

    • trisna

      Berhenti? Memangnya putri gak sanggup belajar klasik? Kalau sanggup dan senang ya jgn berhenti dong.. sayang kan.. 🙂

      Lagu gereja atau pop kan lebih mudah kalau sudah biasa main klasik.. untuk belajar pop gak harus tamat klasik say.. 🙂

      Saranku, coba minta tambahan belajar pop sama guru piano putri yg sekarang.. kalau gak bisa.. cari sama guru lain.. paling begitu tahu rahasianya 3 bulan aja putri sdh bisa mahir main lagu gereja kok..

      Tetap semangat ya.. jgn putus asa.. jaman skrg anak bertahan main klasik itu 1 banding 500 loh.. keep doing it especially when u’re good at it

    • ianchristian9

      Setuju dgn mba Trisna.. jgn fokus pada klasik.. tp jika Putri uda 4 thn belajar klasik maka bisa dikatakan Putri hanya perlu partiture music modern atau pop..dan saya yakin Putri bisa memainkan dengan baik. antara klasik dan pop anggap aja Putri baca koran dan komik..sama saja kan huruf2nya.. 🙂

  61. Jose

    mbak.. kalau mau belajar sama mbak gmn caranya?
    saya umur 23 tapi minat belajar piano..
    ah lebih tepatnya ingin belajar keyboard sih..
    alasan nya ingin berkontribusi lebih di band saya..
    1-2 bulan ini cuma main chord soalnya..
    di suruh main klasik ngga bisa..

    saya antusias sekali ingin belajar..
    tapi tidak tahu harus belajar kemana..
    kalau di institusi kyk ya***a takutnya di lama2in ._.

  62. Esther

    Mb trisna, sy tinggal di bsd n anak saya 6 th minat ikut les piano. Bisa hub sy di 0812xxxxxxxx? Tks ya

    Esther

  63. emi teja

    Salam kenal mbak,
    saya Emi, mau tanya info les piano d daerah Bekasi atau Cikarang. usia saya 27 tidak bisa baca not, tidak tbisa alat musik apapun dan tidak bisa nyanyi juga.
    saya ingin main piano untuk terapi, akhir2 ini sering stress dan mulai mengganggu. saya menemukan ketenangan tersendiri saat mendengar instrument music classic tpiano.

    saya tunggu balasannya Mbak, terima kasih sebelumbya

    • trisna

      salan kenal juga mba emi.. kebetulan saya belum punya rekanan yang mengajar ke daerah bekasi atau cikarang… maaf ya… kalau ketemu nanti sy berikan email mbak emi ke beliau..

      mengenai stress, mungkin mbak emi bisa iseng ikutin beberapa lagu dari youtube… banyak orang2 mengajarkan how to play… contohnya lagu coldplay… tapi tentunya dengan ada guru, bisa jauh lebih baik, karena bisa mengkoreksi dan memberikan teknik juga basic…

      atau mba emi bisa cari lagu2 piano yang berbasis music therapy untuk mengurangi stress.. saya juga salah satu pencipta lagu music therapy dengan piano… cuma gak diperjual belikan, hanya untuk pribadi 😀

      hope it helps

  64. Henny

    Hai Mba Trisna… Saya usia 44 th, sdh dua tahun kursus piano classic di Yamaha, dan skg pun masih, malah selalu ikut ujian kenaikan tingkat…buat saya tidak ada kata terlambat untuk belajar…ganbatte..

  65. hayuno

    mba saya mau bertanya, saya pernah 4 tahun les piano dan saya menyukai sekali tetapi saat ini saya ingin belajar saksofon. orang tua saya mengarahkan berlatih otodidak piano dan saksofon yang les, jadi saya menjadi menyukai kedua alat musik itu dan ingin ‘menyambi’ keduanya, apakah saya tepat

    • trisna

      kalau masalah tepat gak tepat, sy rasa hanya mas hayuno yang bisa merasakan 🙂 asalkan semua yg mas hayuno jalani enjoy dan mungkin bisa menghasilkan? who knows..

      untuk seseorang belajar musik, sy sarankan ambil 1, mastered it.. baru ambil yang lain.. otodidak? semua ada plus minus.. tergantung kebutuhan, waktu dan kesempatan… contohnya… teman baik saya di bandung, sekarang mungkin sudah 40 tahunan umurnya, dia pianist jazz otodidak, sudah lumayan terkenal jadi entertainer di hotel2 terkenal disana… 8 tahun lalu dia mengalami kebosanan dan ingin mengajar… tapi sewaktu mau mengajar dia sendiri bingung mau mulai darimana.. karena dia otodidak… tidak ada basis atau acuan buku, konteks, teknik, yang bisa dia jelaskan..

      dia adalah entertainer yang hebat, tapi guru yang buruk… dia adalah pencipta lagu yg bagus tapi dia tidak bisa menulis ciptaannya…

      nah silahkan mas hayuno simpulkan sendiri… salam

  66. ira

    Mba saya lokasi di bintaro sektor 9 anak saya 2 orang berminat les piano bisa minta tolong email saya untuk detail di ………thank you….

  67. nugroho

    Mbak Trisna salam kenal,
    saya di villa serpong, sdh lama saya n anak berniat kursus piano. Mohon sms alamat di 0812xxxxxxx Tks
    Nugroho

  68. andys

    mbak trisna, umur berapa sebaiknya anak les musik?btw bisa dikirimkan biaya nya kalo saya yg datang ke rumahnya mba trisna, nmrnya 0819xxxxxxx

  69. grace

    Hai Mba Trisna, salam kenal. Sy tinggal di jakarta utara, apakah Mba bisa mengajar privat di jakarta? Sy tertarik utk belajar pop piano. Sy bisa main piano, walaupun utk skill mgkn tergolong biasa2 saja. Please let me know if you can help ya Mba. Thank you 🙂

  70. shiroihana

    boleh tanya2 info utk belajar pianonya? spt biaya, waktu ngajarnya, dsb. e-mailku ayoe_ravenclaw@yahoo.com aku pingin banget bisa belajar main piano.

  71. radit punakawan

    Hi, Bener sekali!!! Dulu SD dipaksa les Piano sama mama. cuma 2 taon, bosen… mama nyerah, akhirnya SMP belajar gitar..ngeband2.. tp Sadar sampe dipenghujung 20an taun ini kalo ga bakat main gitar. Malah lebih bakat main piano..akhirnya skrg pingin les piano lagi… ajarin dooonk

  72. Benyy

    Very good article and useful.

  73. Siska

    Hai mba trisna bisa japri ngga mau nanya2 ttg biaya kursus piano nya rencana sih anak2 saya. email saya : nengki13[at]gmail[dot]com . tks saya tunggu ya

  74. Eunike

    Mbak, saya punya 2 putri. Satu dah les piano di itc bsd, satu lagi kayaknya pengen juga belajar. Boleh ga ngajarin kedua anak saya? Fyi, saya tinggal di icon, bsd. Dan saya belum beli piano. Masih keyboard. Boleh ga ya? Email saya di uniqueques@yahoo.co.id

    • trisna

      Hai bu Eunike, boleh sekali, murid sy di BSD banyak bu… nanti sy PM via email ya…

      • Mira Tedja

        Mbak, boleh email saya juga, anak saya 4 dan 5 tahun, pengen les piano juga, atau at least assest anaknya dulu 😀 thanks ya

      • Irfan

        Mba, saya mau dong les privat bersama anak saya, mohon info mba email sy

  75. Lily

    mbak Trisna, anak-anak perempuan saya tertarik belajar main piano, saya juga (setelah waktu kecil dulu cuma dapat kesempatan belajar electone), boleh gak kami di-assess dulu? how can I contact you?

  76. anjar

    mba trisna minta tolong utk kasih informasi tempatnya dan PCnya..saya berminat.

  77. adi

    Kalau saya memang passionate sekali dalam belajar piano jazz, walaupun sudah berusia 33 tahun..  Saya sendiri dilahirkan dari keluarga papa, sehingga kursus piano hanya dalam impian saja….  Sekarang setelah saya bekerja, baru saya dapat membeli piano dan belajar piano secara otodidak….

       Di negeri manapun saya belajar dan bekerja, saya selalu menyempatkan diri untuk membeli piano digital, membeli partitur dan CD2 jazz piano, juga mengikuti workshop dan clinic jazz di berbagai kota di dunia, saya inginnya anak saya mengikuti jejak saya, yah tapi kalau dia tidak suka apa boleh buat hehehe….  

    Terkadang sedih juga melihat anak2 zaman sekarang yang sudah difasilitasi macam2 oleh orangtuanya tapi mereka tidak memanfaatkannya dengan baik.

    Dulu saya waktu kecil boro2 kursus piano, bisa sekolah saja sudah bersyukur…

  78. Yolaseptika

    Mba trisnaaa
    Saya mau banget mba please
    MAU BANGET BELAJAR PIANO
    Please info yolaseptika@yahoo.co.id

  79. Kelemens Alvin

    Ternyata les Piano itu penting ya,… 🙂
    aku udah les Piano tapi baru Waltz
    sebenarnya aku pingen Drum tapi orang tua menyuruh aku
    les Piano dulu
    Mba apakah saya bisa les drum ?? 😆

  80. zoesrizal

    hmmmm… kirain saya doang yg baru ngenal piano…..(soalnya jadi marketer piano sich…), tapi emang dari dulu sy suka bener dengerin music clasik (wlw gak tau judulnya apaan….)…. Viva bu…Lanjutkan!!!! mengajari anak indonesia… 8)

  81. misandi jaya

    mbak trisna salam kenal, tgglnya di daerah tangerang kah? ngomong2 soal sudah dewasa tapi mau belajar piano.. hehe sayalah orangnya saya umur 22..
    saya dr kecil belum pernah belajar gitar ataupun piano.. bahkan tidak bisa membaca not…
    gimana ya.. apa msh ada harapan :p
    tapi satu hal yang pasti.. saya suka music dan dr dulu ingin bisa main piano tapi selalu ada tapi… jadi tahun ini saya berniat merealisasikannya?
    tolong info ke email saya ya.. oh ya saya tidak punya piano.. jadi kalau mbak ada tempat les mungkin saya yang lebih baik datang. thx
    thx

  82. maminx

    Hmm saya suka sih piano, suka dengerin nya aja tapi. klo ngemainin piano nya bln bisa, bln pernah belajar. paling gitar, hehe. Tapi alunan musik piano tuh mantep emang. palagi saya suka lagu instrumental / classic klo pikiran lagi mumet, hohoho

    bikin album musik donk bu 😀

    • trisna

      ummm… ekekekek… yang ini rada-rada susah permintaannya… wkwkwkwk… uda disuruh banyak orang sih, malah dijorogin masukin ke youtube… tapi saya memang pemalu… :mrgreen:

  83. edy

    pengen banget belajar piano tapi ga punya pianonya
    bisa ga?

    • trisna

      Kalau rumahnya dekat dengan saya, silahkan datang ke tempat saya… saya kasih extra free hour buat latihan 🙂 jadi tetap bisa latihan – les – main piano 🙂

      • luna

        mbak trisna, saya juga berminat belajar piano tapi blm punya. rumah saya di sekitar bsd juga, anggrek loka. mohon sekali reply via email malindalunacarissa@hotmail.com untuk pembicaraan mengenai estimasi biaya dan jadwal. thanks mbak 🙂

  84. andre

    brati tetap piano yang diwajibkan untuk anak2 ya mbak? kalo diganti gitar ato biola gmana?

    • trisna

      kalau mau otak kananya berkembang sih memang belajar musik sudah tepat, tapi dibilang belajar piano dulu sebagai pelajaran yg wajib itu persepsi yang kurang tepat… 🙂 biola dan gitar bagus kok… alat musik lainnya juga bagus…

      • ina

        Met malam bu tisna, saya di tangsel pengen mampir ke tempatnya. Saya n anak berniat kursus piano. Mohon sms alamat di 081286126245.trims bu.

  85. Brigadir Kopi

    kalo emang udah gak bakat dalam bermain alat musik gimana mba ?? opo lagi piano 😥

    T_T

    • trisna

      Kan masih ada kecrekkan? 😆

      • Brigadir Kopi

        oke ide yg bagus .. kecrekan pun tak apa hahah ..salam kenal ya dan makasih udah berkunjung balik hheheh aku bookmark blog kk biar sering sering berkunjung sambil megang kecrekan 😆

    • trisna

      sami-sami… saya juga mau nge-Ctrl-D-in Blognya… 😀
      kapan2 sy bawain aqua galon kosong de kalo ga ada cekrekkannya xixixi…

      • Brigadir Kopi

        Hahahah 😯 aqua galon ,kurang gede skalian drum minyak wkwkwwkwk..oke selamat beraktifitas saya juga mau main piano di kamar mandi 😆

      • Najib

        Ka minta pin bb nya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *