Salah Kaprah Tentang Belajar Piano

February 23, 2011

Sedemikian seringnya saya mendengar orang bertanya “Kenapa harus les piano dulu dalam les musik, kenapa tidak langsung gitar, saya kan maunya gitar, kok jadi piano dulu?…” Ada juga yang bertanya “Kenapa harus belajar musik classic dulu? saya kan sukanya pop jazz…”

Tapi yang membuat saya menulis post ini adalah karena baru saja terjadi kemarin, saya datang ke sebuah rumah di daerah BSD atas permintaan orang tuanya agar saya mengajar ke-2 anaknya. Setelah 1 jam saya melihat bobot musik dan bakat mereka, sebenarnya keduanya tidak senang dengan piano. Mereka lebih cocok menjadi penyanyi duet di-iringi si kakak yang senang dengan instrument gitar ketimbang piano. Tapi si ibu bersikeras agar anaknya yang baru berumur 6 dan 10 tahun itu untuk les piano privat. Keputusannya sih belum dipastikan jadi les atau tidak, karena buat saya, kalau anaknya sudah tidak enjoy untuk belajar, saya juga tidak mau mengajar. Memang mata pencaharian saya jadi tidak bertambah, tapi ya itu dia, prinsip saya; belajar sesuatu itu bukan harus dipaksa, tapi karena kesadaran dan mencintai mata pelajarannya, sama hal-nya dengan belajar musik.

Lalu apa yang salah dengan kejadian diatas? Selain si ke-2 anak merasa terpaksa harus belajar piano classic.

“… les musik itu penting…”

Sebenarnya bukan hanya les musik yang penting, tetapi dikarenakan orang mencoba untuk menyeimbangkan aktifitas kerja antara otak kanan dan kiri. Sebagaimana otak kiri di-identikkan dengan kecerdasan analitik, contohnya kemampuan menyelesaikan soal matematika dan otak kanan biasa di-identikkan tentang kreatifitas, contohnya adalah kemampuan komunikasi (lingusitik) / jika ingin mendetail kemampuan dalam berseni.

Jadi jika anak anda ingin les membatik / melukis / photography atau les bahasa Mandarin, semua ini tidak kalah pentingnya dengan les musik.

“… untuk belajar basic, Piano adalah yang terbaik, ini memudahkan kita untuk belajar instrument lainnya …”

Memang kita harus belajar merangkak, berdiri baru boleh berlari. Tapi sayangnya perumpamaan ini tidak bisa disamakan pada konteks belajar musik. Memang oktaf piano lebih banyak dari alat instrumen lainnya dan theori musik banyak ditemui di piano. Tapi ingatlah nasihat “fokus pada satu jurusan, dan kuasai agar bisa tampil dengan sempurna…” Jika anda ingin belajar gitar dengan memulai belajar piano, apakah anda tidak membuang waktu? Lagipula banyak juga maestro-maestro biola, gitar, drum atau lainnya bisa bermain luar biasa tanpa belajar piano terlebih dahulu.

Biasanya, dalam bermusik orang semakin kagum dengan penampilan yang di pertunjukan oleh anak-anak. Semakin kecil yang main, semakin kagum orang melihatnya. Dengan begitu populeritas pun mudah didapat. Apa jadinya kalau si anak sebenarnya berbakat dalam bermain gitar, tetapi malah di suruh belajar piano dahulu.

“… Classic adalah aliran musik terbaik untuk dipelajari…”

70% Orang Eropa adalah pencinta musik classic tapi juga sekaligus pencinta lagu Clubbing dan Pop rock. 55% Orang America pencinta lagu Classic juga pencinta lagu Country dan R&B. Walaupun ada pembuktian mengenai lagu classic bisa mengembangkan otak sang bayi yang masih di dalam rahim dan tanaman pohon yang tumbuh subur karena setiap hari diperdengarkan lagu classic. Pikiran, perasaan dan yang terpenting adalah mood kita sehari-hari tidak bisa hanya dengan menerima lagu classic.

87% Orang yang belajar music classic lebih sering mendengarkan lagu pop di ipodnya. 68% R&B dan 50% Hip-hop. Hanya 11% orang yang belajar music classic mendengarkan lagu classic di ipodnya.

Pelajarilah aliran musik yang anda sukai, lebih baik lagi, pelajarilah semua jenis aliran musik, karena selain bisa menyeimbangkan mood anda, masing-masing lagu memiliki tingkat kesulitan yang berbeda. Semakin banyak teknik musik yang diterima dari berbagai jenis aliran, semakin terampilah anda dalam bermain musik.

“… kalau sudah tua, sudah telat belajar piano …”

Tidak ada kata terlambat, yang namanya orang belajar tidak ada batasan waktu. Bahkan semakin berumur kita harus semakin banyak belajar agar tidak menjadi pikun. Memang daya terima pelajaran lebih cepat diresap oleh anak-anak, tapi bukan berarti anak-anak mainnya lebih mahir dari yang sudah tua. Fakta membuktikan bahwa anak yang aktif dibidang gymnastic atau olahraga lebih cepat memahami dan memainkan musik. Tetapi banyak orang dewasa yang baru memulai les piano bahkan lebih cepat maju ketimbang anak-anak.

Menurut pengalaman saya mengajar semua tergantung kemauan, disiplin dan dedikasi. Anak-anak bisa cepat maju karena mental mereka yang terbuka akan menerima pelajaran, kekurangan dari anak-anak belajar piano adalah karena mereka tidak disiplin dalam mengatur waktu. Sedangkan yang menghambat orang dewasa untuk berkembang pesat dalam belajar piano selain mereka terlalu sibuk dengan pekerjaannya tapi juga dikarenakan malu dan kontradiksi.

“… paksa anak untuk les piano, suatu saat mereka akan berterima kasih… “

Tidak sedikit anak-anak ABG yang datang ke saya dan berkata betapa bencinya ia dengan piano. Tapi saya juga mempunyai murid yang berumur 67 tahun kembali belajar piano setelah 38 tahun ia tinggalkan. Jangan biarkan anak menjalankan apa yang mereka tidak sukai, trust me. Les piano tidak-lah murah, bisa dibilang les musik itu investasi, sama saja anda menyekolahkan anak anda seperti sekolah akademik. Hanya saja, sekolah akademik mempertajam otak kiri, kalau les musik mempertajam otak kanan. Bayangkan kalau anda sendiri benci untuk belajar suatu mata pelajaran selama 12 tahun, sama halnya dengan memaksakan anak belajar piano.

Seorang anak yang bercita-cita menjadi dokter, dipaksakan untuk belajar piano dari umur 4 tahun, padahal ia ingin les melukis. Setelah berumur 17 tahun, waktunya masuk kuliah justru patah arang, meninggalkan pianonya yang sudah dibilang tergolong tinggi dan lulus dari kurikulum international dengan nilai tertinggi. Hitunglah 13 tahun pengeluaran les piano, biaya ujian, biaya les tambahan privat, berapa kerugian yang dialami orang tuanya. Sekarang ia kuliah di UI jurusan kedokteran dan les melukis.

Saya mengajar piano sejak tahun 1998, hingga kini saya masih mencintai pekerjaan saya. Namun kesan dari isi post ini sepertinya justru mengurungkan niat orang untuk les piano, yang mana bisa merugikan saya.

Sayangnya, kalau saja saya bisa bersikap ignorant / penggunaan seperti “kebanyakan orang”, teman bahkan orang tua yang berkata “sudah ambil saja muridnya, yang penting dapat duit…” Hmmmm… somehow gimana ya.. ini menjadi dilema atau mungkin saya terlalu idealistis mencari murid yang benar serius dan dedikasi dalam bermain piano. Walau pada kenyataannya hanya 1 diantara 30 yang benar-benar serius dalam bermain piano.

Dalam proses mengajar piano, saya telah mendapatkan ilmu dari mereka. Tidak perlu seorang psikolog untuk mengatakan anak-anak tertekan karena dipaksa belajar piano. Tidak perlu seorang ekonom untuk mengatakan bahwa  orang tua mengeluarkan uang dengan hasil dengan kemungkinan nihil. Tidak perlu seorang yang jago membaca pikiran kalau anak-anak ingin les biola ketimbang piano.

Tidak perlu seorang anak yang rebel untuk berteriak “Saya tidak mau les piano!… Kenapa gak Mama saja yang les!”

 Comments: 37

  1. Brigadir Kopi

    kalo emang udah gak bakat dalam bermain alat musik gimana mba ?? opo lagi piano 😥

    T_T

    • trisna

      Kan masih ada kecrekkan? 😆

      • Brigadir Kopi

        oke ide yg bagus .. kecrekan pun tak apa hahah ..salam kenal ya dan makasih udah berkunjung balik hheheh aku bookmark blog kk biar sering sering berkunjung sambil megang kecrekan 😆

    • trisna

      sami-sami… saya juga mau nge-Ctrl-D-in Blognya… 😀
      kapan2 sy bawain aqua galon kosong de kalo ga ada cekrekkannya xixixi…

      • Brigadir Kopi

        Hahahah 😯 aqua galon ,kurang gede skalian drum minyak wkwkwwkwk..oke selamat beraktifitas saya juga mau main piano di kamar mandi 😆

  2. andre

    brati tetap piano yang diwajibkan untuk anak2 ya mbak? kalo diganti gitar ato biola gmana?

    • trisna

      kalau mau otak kananya berkembang sih memang belajar musik sudah tepat, tapi dibilang belajar piano dulu sebagai pelajaran yg wajib itu persepsi yang kurang tepat… 🙂 biola dan gitar bagus kok… alat musik lainnya juga bagus…

      • ina

        Met malam bu tisna, saya di tangsel pengen mampir ke tempatnya. Saya n anak berniat kursus piano. Mohon sms alamat di 081286126245.trims bu.

  3. edy

    pengen banget belajar piano tapi ga punya pianonya
    bisa ga?

    • trisna

      Kalau rumahnya dekat dengan saya, silahkan datang ke tempat saya… saya kasih extra free hour buat latihan 🙂 jadi tetap bisa latihan – les – main piano 🙂

  4. maminx

    Hmm saya suka sih piano, suka dengerin nya aja tapi. klo ngemainin piano nya bln bisa, bln pernah belajar. paling gitar, hehe. Tapi alunan musik piano tuh mantep emang. palagi saya suka lagu instrumental / classic klo pikiran lagi mumet, hohoho

    bikin album musik donk bu 😀

    • trisna

      ummm… ekekekek… yang ini rada-rada susah permintaannya… wkwkwkwk… uda disuruh banyak orang sih, malah dijorogin masukin ke youtube… tapi saya memang pemalu… :mrgreen:

  5. misandi jaya

    mbak trisna salam kenal, tgglnya di daerah tangerang kah? ngomong2 soal sudah dewasa tapi mau belajar piano.. hehe sayalah orangnya saya umur 22..
    saya dr kecil belum pernah belajar gitar ataupun piano.. bahkan tidak bisa membaca not…
    gimana ya.. apa msh ada harapan :p
    tapi satu hal yang pasti.. saya suka music dan dr dulu ingin bisa main piano tapi selalu ada tapi… jadi tahun ini saya berniat merealisasikannya?
    tolong info ke email saya ya.. oh ya saya tidak punya piano.. jadi kalau mbak ada tempat les mungkin saya yang lebih baik datang. thx
    thx

  6. zoesrizal

    hmmmm… kirain saya doang yg baru ngenal piano…..(soalnya jadi marketer piano sich…), tapi emang dari dulu sy suka bener dengerin music clasik (wlw gak tau judulnya apaan….)…. Viva bu…Lanjutkan!!!! mengajari anak indonesia… 8)

  7. Kelemens Alvin

    Ternyata les Piano itu penting ya,… 🙂
    aku udah les Piano tapi baru Waltz
    sebenarnya aku pingen Drum tapi orang tua menyuruh aku
    les Piano dulu
    Mba apakah saya bisa les drum ?? 😆

  8. Yolaseptika

    Mba trisnaaa
    Saya mau banget mba please
    MAU BANGET BELAJAR PIANO
    Please info yolaseptika@yahoo.co.id

  9. adi

    Kalau saya memang passionate sekali dalam belajar piano jazz, walaupun sudah berusia 33 tahun..  Saya sendiri dilahirkan dari keluarga papa, sehingga kursus piano hanya dalam impian saja….  Sekarang setelah saya bekerja, baru saya dapat membeli piano dan belajar piano secara otodidak….

       Di negeri manapun saya belajar dan bekerja, saya selalu menyempatkan diri untuk membeli piano digital, membeli partitur dan CD2 jazz piano, juga mengikuti workshop dan clinic jazz di berbagai kota di dunia, saya inginnya anak saya mengikuti jejak saya, yah tapi kalau dia tidak suka apa boleh buat hehehe….  

    Terkadang sedih juga melihat anak2 zaman sekarang yang sudah difasilitasi macam2 oleh orangtuanya tapi mereka tidak memanfaatkannya dengan baik.

    Dulu saya waktu kecil boro2 kursus piano, bisa sekolah saja sudah bersyukur…

  10. anjar

    mba trisna minta tolong utk kasih informasi tempatnya dan PCnya..saya berminat.

  11. Lily

    mbak Trisna, anak-anak perempuan saya tertarik belajar main piano, saya juga (setelah waktu kecil dulu cuma dapat kesempatan belajar electone), boleh gak kami di-assess dulu? how can I contact you?

  12. Eunike

    Mbak, saya punya 2 putri. Satu dah les piano di itc bsd, satu lagi kayaknya pengen juga belajar. Boleh ga ngajarin kedua anak saya? Fyi, saya tinggal di icon, bsd. Dan saya belum beli piano. Masih keyboard. Boleh ga ya? Email saya di uniqueques@yahoo.co.id

    • trisna

      Hai bu Eunike, boleh sekali, murid sy di BSD banyak bu… nanti sy PM via email ya…

  13. Siska

    Hai mba trisna bisa japri ngga mau nanya2 ttg biaya kursus piano nya rencana sih anak2 saya. email saya : nengki13[at]gmail[dot]com . tks saya tunggu ya

  14. Benyy

    Very good article and useful.

  15. Yanti

    Hai mba Trisna, tolong japri nomor wa atau email.Saya ada rencana untuk les in musik anak saya .thx

    • woelank

      Sdh dijawab melalui email ya bu,
      Emailnya dari genopianist54@yahoo

  16. Stefanus

    Kalo mau les piano jazz apakah harus les klasik dulu? Tadi saya ke WSMS katanya harus les klasik dulu, apa benar?

    • trisna

      Banyak orang salah mengartikan classic..

      Yg benar adalah kalau pemula harus belajar basic piano..
      Kalau basic sdh bagus baru milih jurusan..

      Kalau suka jazz ya langsung belajar jazz ya, ntar keburu tuwek kalau belajar classic dulu baru jazz 🙂

      Basic jazz jg sdh susah kok..

      • dyah goldy

        Mbakk aku umur 19 pgn bgt bisa main alat musik aku punya gitar dan piano jadul mau mainin yaa tapi gitu asal2an wkwk mau info tntng lesnya dongg berhubung smsm orng tangerang kan enak nih deket hehe

  17. Melda

    Mbak Trisna anak aku 3 minta les piano bisa contact Saya di chomel_nut@yahoo.com
    Thanks

  18. Edithya Putri

    mbak trisna, kalau misal mau belajar piano, tapi punya nya keyboard kira” masalah gak ya untuk latihannya? a

    • trisna

      kalau lagu simpel baru belajar gak masalah ya, tapi kalau sudah mulai main lagu yang levelnya serius pasti masalah… terus kalau pakai keyboard jari gak terbentuk karena keyboard tutsnya ringan… kalau pakai piano akustik tutsnya agak berat, jadi pembentukan jari lebih baik

  19. Raisa Mutia

    Mba Trisna, anak ku br umur 3 tahun tp setiap kerumah kakeknya selalu tertarik mainin piano om nya.. menurut mba, sdh bs blm ya utk di les kan anak ku? Drmh sih ga ada piano cm sering gerecokin ayahnya klo lg gitaran hehe menurut saya dia mmg tertarik sm musik dan tari daripada gambar atau mewarnai gitu.. mhn pencerahan ya mba.. thanks in advance!

    • trisna

      musti bisa dibedakan SUKA dengan MINAT..
      untuk mengetahui memang harus test uji coba, trial and error…
      mungkin kalau umur 3 tahun bisa diperkenalkan kelas wonderland di YAMAHA.. karena kalau ternyata hanya suka lihat dan suka lagunya tapi belum tentu mau maininnya..
      tapi kalau minat, gak lihat umur kapanpun minat pasti mau belajar.. asalkan siap..
      siap artinya anaknya bisa kondusif, duduk mendengarkan 😀

Leave a Reply